MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kota Samarinda rawan terhadap bahaya kebakaran dan mayoritas terjadi di pemukiman penduduk.

Dari beberapa musibah kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini di Samarinda, menimpa lokasi pemukiman padat penduduk dengan akses jalan yang sempit. Akibatnya, menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk mencapai titik api.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Markaca angkat suara terkait persoalan tersebut.

Menurut dia, pemukiman yang memiliki akses jalan yang sempit hendaknya memiliki alat pemadam khusus, yang cocok dengan daerahnya. Itu adalah sebagai upaya dan antisipasi, ketika terjadi kebakaran dan petugas pemadam kesulitan untuk masuk ke lokasi.

“Yang banyak tersedia, jika kebakaran di pemukiman yang ruas jalannya sempit, pasti sulit diakses pemadam. Sehingga mereka harus memiliki alat pemadam sendiri, yang sesuai dengan lokasinya,” ujarnya, ditemui di ruang kerjanya, Rabu lalu (16/2/2022).

Dia mengungkap, Komisi III DPRD Samarinda juga berencana memanggil pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP).

Dikatakan Markaca, selama ini pihaknya nyaris tidak pernah menerima laporan pengaduan ataupun koordinasi dari pihak Disdamkar Samarinda. Padahal kata dia, Komisi III merupakan mitra kerja Disdamkar Samarinda.

“Kita akan panggil mereka, untuk meminta data-data peralatan yang dimiliki. Meskipun Damkar ini tugasnya temporer, tapi vital juga. Mereka harus ditunjang peralatan yang cukup dan standar, karena menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.

“Masalahnya, mereka sudah tidak jalan dengan kita, Komisi III. Padahal mitra mereka, ya di sini,” sambungnya.

Politisi dari partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya akan mendorong Disdamkar untuk memiliki peralatan pemadam yang cukup dan standar.

“Samarinda ini tambah ramai dan menjadi rawan kebakaran. Makanya kami mendorong mereka memiliki alat sesuai standar, termasuk bisa digunakan untuk di berbagai lokasi dan medan. Di Komisi III ini mayoritas anggota Banggar, jika terkait masalah anggaran, pasti akan kami upayakan karena ini menyangkut keselamatan orang banyak. Apalagi sekarang mereka tidak hanya menangani kebakaran saja, sampai tawon juga harus menurunkan pemadam,” katanya.

Untuk itu, Markaca berharap, nantinya setelah pelaksanaan RDP bersama Disdamkar Samarinda dapat terungkap apa saja yang menjadi kesulitan mereka.

“Setelah bertemu nanti saya berharap, ada titik terang dan perubahan yang lebih baik untuk komunikasi dan koordinasi,” harapnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!