MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Saat ini DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencari waktu yang tepat untuk menggelontorkan ratusan ribu liter minyak goreng (Migor) curah, demi membendung kelangkaan minyak goreng.

“Ada beberapa opsi untuk menghindari panic buying di masyarakat, yaitu opsi minyak goreng curah. Untuk itu, kita menggandeng pihak terkait untuk mendistribusikan ke kelurahan-kelurahan,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah, saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dikatakannya, opsi minyak goreng curah menjadi solusi yang tepat saat ini.

“Minyak goreng itu nanti sistemnya dititip ke RT, satu KK dapat jatah 2 liter dengan harga Rp 11.500 per liternya. Masyarakat titip uang ke RT, ketika barangnya ada, langsung didistribusikan dari RT,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendistribusikan minyak goreng curah pada masyarakat.

“Kita ada upaya dalam waktu dekat ini kita sampaikan untuk menggelontorkan minyak curah, nanti dalam bentuk kemasan. Sekarang yang kita cari tinggal timing saja,” katanya.

Diakui Marnabas, terdapat beberapa kendala pengemasan minyak goreng curah. Tapi dia memastikan, solusinya telah didapatkan pemerintah, yakni mengemas minyak goreng dengan kemasan plastik mudah pecah.

“Kalau kemasan itu kita branding, maka izinnya lama. Sehingga kita lakukan tanpa branding, jadi dikemas biasa dan itu disubsidi pemerintah. Maksudnya, kita kasih kemasan dalam bentuk plastik mudah pecah,” terangnya.

Dia memastikan, distribusi minyak goreng curah tersebut akan dilaksanakan dalam Minggu ini.

“Insyaallah dalam minggu ini kita bisa bergerak. Untuk stok kita ada 250 ribu liter,” katanya.

Ditanya mengenai apakah stok minyak goreng curah tersebut bisa mengcover kebutuhan hingga bulan Ramadan, Marnabas menyebut stok minyak goreng curah hanya mampu bertahan 15 hari ke depan.

“Tidak bisa mengcover sampai bulan puasa. Kita perkirakan hanya 15 hari. Tapi kalau nantinya langka lagi, akan kita bahas dengan distributor. Yang jelas surat distributor sudah menyanggupi, tinggal mekanisme di lapangan,” katanya.

Terkait dengan perlakuan distribusi minyak goreng curah kepada para pedagang mikro kecil, kata dia, Subsidi yang diberikan tentu berbeda dengan rumah tangga.

“Tentu berbeda untuk mikro kecil. Mereka bisa dapat 10 liter per orang dengan harga subsidi Rp 11.500. tapi kita masih mencari dana subsidi packing, karena 1 packing biayanya Rp 1.000, kecuali diizinkan dibanderol harga Rp 12.500, tentu tidak apa-apa. Mulai besok kita sudah bisa bergerak tanpa branding,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!