MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Rapat Paripurna ke-8 DPRD Kaltim berlangsung “panas”, lantaran fraksi Golkar tak siap pada agenda penetapan pergantian komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat Gedung D lantai 6 Kantor DPRD Kaltim, Selasa (8/3/2022) ini sejak awal “dihujani” interupsi setelah Sekretaris Dewan (Sekwan) HM Ramadhan melaporkan nama-nama anggota dewan dan fraksi yang dirotasi. Bahkan, rapat sempat diskors hingga lebih dari dua jam.

Ketua fraksi Golkar Andi Harahap meminta untuk penetapan pergantian AKD DPRD Kaltim ditunda hingga seminggu ke depan. Dia mengakui bahwa ada sedikit masalah di fraksinya.

“Golkar memang belum masuk nama-namanya, karena ada sedikit problem. Saya memohon pada teman-teman fraksi lain agar agenda ini ditunda dulu seminggu lagi,” katanya saat menyampaikan interupsi.

Rusman Ya’qub dari fraksi PPP, Ananda Emira Moeis dari fraksi PDIP, Baharuddin Demmu dari fraksi PAN, Puji Setyowati dari fraksi Demokrat -Nasdem dan fraksi PKS menyampaikan usulan untuk skors, guna memberikan kesempatan kepada fraksi Golkar untuk menentukan nama-nama anggotanya pada perubahan AKD.

“Saya usul agar diberikan waktu skors, untuk mereka bisa berembuk,” kata Rusman Ya’qub.

Sementara itu, fraksi Gerindra dan fraksi PKB tetap getol untuk tetap melanjutkan agenda penetapan pergantian AKD DPRD Kaltim.

“Kami minta ini berlanjut, karena kita berada di Paripurna dan sudah kuorum. Karena masalahnya hanya Golkar belum bisa menempatkan AKD,” kata Baharuddin Demmu.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, lambannya fraksi Golkar karena masih menunggu persetujuan dari partainya.

“Kita semua dari fraksi-fraksi lain tadi menghargai, walaupun memakan waktu cukup lama, tapi bentuk dari penghargaan kita dan demi menjunjung asas kebersamaan, maka kita tetap tunggu dengan toleransi waktu yang sudah kita sepakati,” katanya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!