MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda Laila Fatihah menyoroti beberapa persoalan yang terjadi di Kota Samarinda.

“Seperti infrastruktur. Kita kembali lagi lihat kasus jalan-jalan yang ada di kelurahan. Itu baru luarnya yang disemenisasi, tapi daerah-daerah di dalamnya masih banyak yang belum disemenisasi. Masyarakat ini ingin tahu kelanjutannya bagaimana,” katanya.

Kepada masyarakat, pihaknya berupaya memberikan pemahaman, dimana aspirasi yang dapat diwujudkan dalam tahun ini belum dapat mengcover seluruh aspirasi yang masuk karena banyaknya keterbatasan.

“Yang kami bisa kerjakan diantara banyaknya aspirasi yang masuk, kami harus menentukan mana yang harus diprioritaskan. Makanya sebenarnya kami sangat sedih menentukan lokasi mana, karena semuanya prioritas dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Persoalan lain yang kerap dikeluhkan masyarakat adalah terkait banjir yang nyaris merata terjadi di Kota Samarinda.

“Soal banjir ini sebenarnya diperlukan pengerukan anak sungai, drainase. Kami berharap selain Pemkot, juga ada perhatian dari provinsi. Karena kalau hanya kota, aspirasinya tidak banyak, sekitar Rp 7 sampai 8 miliar untuk drainase itu bisa rampung, ” katanya.

Diakui Laila Fatihah, dengan segala keterbatasan yang ada, namun pihaknya terus meminta dan mendorong masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasinya untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Kota Samarinda.

“Kami hanya bisa menggiring untuk dapat memasukkan aspirasi yang ada ke provinsi, ” tutupnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!