MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Wacana peningkatan status Puskesmas Rawat Inap Palaran menjadi rumah sakit tipe D yang bergulir sejak tahun 2020 silam, nampaknya benar-benar tidak akan terwujud tahun ini.

“Kemampuan daerah untuk membangun itu di saat ini hanya mengharapkan pembangunan Puskesmas rawat jalan menjadi rawat inap terbentur oleh peraturan Menteri Kesehatan, akhirnya hanya dijadikan rumah sakit type D atau rumah sakit Pratama,” kata Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, ditemui di ruang Komisi IV DPRD Samarinda, Rabu (2/3/2022).

Ia menyebut, DPRD Samarinda sendiri sudah mengajukan permohonan alokasi anggaran dana alokasi khusus (DAK) kepada Kementerian Kesehatan untuk pembangunan sejumlah puskesmas dan wacana peningkatan pembangunan puskesmas menjadi rumah sakit type D.

“Kita sudah memohon ada DAK dari Menteri Kesehatan untuk membangun 6 atau 7 puskesmas yang ada di Samarinda,” katanya.

Namun, untuk peningkatan pembangunan dari puskesmas rawat inap menjadi rumah sakit type D, Puji menyakini tidak akan dilakukan tahun ini. Selain belum adanya keputusan dari Kementerian Kesehatan, kondisi dan situasi pandemi COVID-19 ikut berpengaruh pada penyiapan anggaran.

“Kalau untuk tahun ini belum ada, hanya saja usulannya sudah ada. DED (Detail Engineering Design) sudah ada, cuma memang Kementerian Kesehatan belum. Saya juga belum mendengar ada DAK fisik dari Kementrian Kesehatan, karena semuanya kita baru dapat 7 kemarin, tahun berikutnya dapat lagi, itu pasti tidak. Jadi harus menunggu lagi berapa tahun, biasanya begitu. Apalagi keuangan nasional juga begini,” jelasnya.

Menurut Puji, pembangunan yang ada di Samarinda masih banyak bergantung pada kucuran anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sementara, keuangan Pemkot Samarinda sendiri banyak tergerus untuk gaji.

“Kita ini bisa membangun dengan mengharap bantuan provinsi dan bantuan keuangan dari pusat, untuk bangun sekolah, rumah sakit semua dan fasilitas semua yang ada di kota ini kebanyakan dari Bankeu provinsi maupun pusat. Kalau kota Samarinda sendiri uangnya habis hanya untuk bayar gaji,” katanya.

Walaupun begitu, sebagai ibukota provinsi, lanjut Puji, dirinya berharap, pembangunan rumah sakit di Samarinda tetap ada.

“Harapannya semua rumah sakit ada di Samarinda, apalagi kita ibukota provinsi. Apalagi rumah sakit khusus kanker anak,” pungkasnya. (advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!