MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Setelah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) instalasi aplikasi Inlislite versi 3.2 dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim pada tanggal 10 Oktober 2022 lalu, Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda mulai melaksanakan hasil dari Bimtek tersebut.

Khususnya penggunaan kartu untuk peminjaman buku, yang mulanya dilakukan secara manual, kini mulai beralih secara bertahap dengan menggunakan aplikasi yang diajarkan oleh tim dari DPK Kaltim.

“Hasil Bimtek kemarin kita berharap dapat menerapkannya. Tapi karena kita juga masih baru, kita lakukan secara bertahap. Karena kita memang akan mengikuti akreditasi, jadi harus bisa menambah ilmu dan wawasan dalam menggunakan aplikasi perpustakaan,” kata staf Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda Risky Ameliah pada Mediaborneo.net.

Dikatakannya, tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan sangat tinggi. Mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga aktif meminjam buku.

“Pengunjungnya untuk siswa yang aktif ini sehari bisa mencapai sekitar 10 sampai 20 orang siswa, mereka juga banyak yang meminjam buku,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan buku-buku, Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda menyediakan koleksi sekitar 1.000 judul buku.

“Selain buku pelajaran, kita juga ada buku referensi, buku bacaan, cerpen, novel fiksi dan non fiksi,” sebutnya.

Teknis peminjaman buku sendiri, Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda memberikan kemudahan bagi siswanya. Pun dengan pengembalian buku yang melebihi batas waktu, hanya dikenakan sanksi yang sesuai dengan alasan yang menyebabkan terlambatnya buku dikembalikan.

“Kalau lambat lebih dari 3 hari, maka akan kita kenakan sanksi, cuma kita lihat lagi kebijakannya masing-masing. Misalnya terlambat karena apa sakit, tapi kalau lupa, ada denda, cuma selama saya di sini belum pernah ada,” katanya.

Dia berharap, ke depan Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda akan semakin baik. Bukan hanya koleksi buku-bukunya saja, tetapi juga fasilitas, sarana dan prasarana penunjang harus bisa mendukung kembangnya perpustakaan.

“Harapan kami, untuk bisa meningkatkan literasi, maka kita harus melakukan perubahan dari buku-bukunya, juga perlengkapan yang masih banyak kurang,” imbuhnya. (Adv58/Koko/M Jay)

Don`t copy text!