MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kemajuan teknologi gadget nyatanya tidak hanya merambah di kalangan anak muda dan orang dewasa saja, tetapi sampai pada anak-anak di bawah umur, hingga banyak diantaranya yang kecanduan gadget.

Akibatnya, seorang anak yang mendapatkan lebih banyak asupan informasi dari internet menimbulkan kekhawatiran sendiri. Berbagai masalah seputar tumbuh kembang hingga pola asuh anak menduduki posisi kedua tantangan terberat bagi orang tua.

“Anak-anak kita sekarang lebih sibuk dengan beramai-ramai main game dari gadget, bermain di mall dan banyak yang berani dengan gurunya, jadinya jika di sekolah tidak konsentrasi belajar,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti baru-baru ini.

Kondisi tersebut, kata dia, jika semakin dibiarkan maka akan menjadi persoalan yang pelik, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga di sekitarnya.
Padahal, lanjut Puji Astuti, banyak hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menghindarkan anak-anak dari kecanduan gatget. Namun tentunya harus dilakukan dengan penuh kesabaran. Di antaranya dengan menumbuhkan minat literasi sejak dini, dengan mengunjungi perpustakaan maupun toko-toko buku.

“Itu juga pengaruh bagaimana cara memberikan dasar literasi, sehingga jika keluar rumah bisa dan siap bersosialisasi dengan masyarakat dengan teman nya dan gurunya. Literasi itu membaca dan mempraktekkan, justru terkait dengan prilaku kalau orang itu banyak membaca, pasti priakunya berbeda, dia pasti lebih bagus,” katanya.

Untuk memberikan kemudahan masyarakat mendapatkan bahan bacaan, Puji Astuti mendorong agar Pemkot Samarinda dapat memperbanyak ruang sudut baca di ruang publik.

“Ketika saya Reses, banyak yang bertanya bagaimana dengan pojok baca, itu sudah kami sampaikan ke pihak pemerintah kota juga,” ujarnya.

“Saya kira dengan membaca itu menjadi sebuah ilmu, kita bisa tahu budaya orang, pribadi kita secara fisiologi dan banyak hal yang kita dapat dengan membaca. Setelah membaca, bisa kita praktekkan ke orang lain,” imbuhnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!