MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Rusdi mengakui, alokasi anggaran untuk Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda masih minim.

Dikatakannya, sebenarnya peran dan tugas Dinas Sosial Kota Samarinda sangat vital untuk menangani berbagai persoalan sosial yang ada. Namun karena minimnya alokasi anggaran yang diberikan setiap tahunnya, akibatnya banyak dari program-program kerja yang telah direncanakan, disusun dan diusulkan tidak bisa berjalan maksimal.

“Dinas Sosial itu tidak memiliki anggaran. Anggarannya sangat minim dan itu kami akui, ” ujarnya ditemui usai memimpin hearing Pansus IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Sosial Kota Samarinda dan PKBI Kota Samarinda, di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2, Gedung DPRD Samarinda baru-baru ini.

Rusdi menyebut, selama ini alokasi anggaran mayoritas lebih fokus untuk pembangunan infrastruktur.

“Pengguna anggaran itu tidak nampak beda kalau kita bangun jalan, bangun gedung, karena dia ada bentuk fisiknya, ” katanya.

Rusdi menyebut, Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi banyak mengalami berbagai persoalan sosial. Diantaranya, terkait kemiskinan ekstrem, banyaknya angka pengangguran, ODGJ hingga pengemis dan sebagainya. Yang mana, kata dia, Dinas Sosial harusnya mendapatkan perhatian yang lebih besar dengan alokasi anggaran yang cukup dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

“Karena persoalan sosial ini sangat rentan dan dampaknya besar, sehingga perlu perhatian lebih besar dari semua pihak. Tentunya juga yang lebih penting adalah adanya dukungan alokasi anggaran yang cukup. Bagaimanapun jika persoalan sosial banyak muncul di suatu daerah, maka imbasnya akan kemana-mana. Ekonomi sulit tumbuh, kemiskinan muncul, tentunya akan pengaruh dengan angka tindak kriminalitas, ” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

.

Don`t copy text!