MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Membara menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Kaltim, Selasa sore (13/9/2022).

Tepat sekitar pukul 15.53 Wita gelombang mahasiswa tiba di depan kantor DPRD Kaltim, mereka pun secara bergantian melakukan orasi. Aksi juga diwarnai dengan bakar ban oleh mahasiswa.

Sementara dari dalam kantor DPRD Kaltim, pihak aparat kepolisian ditambah TNI sejak siang melakukan pengamanan.

Kurang dari dua jam melakukan aksi, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud didampingi Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, Seketaris Dewan DPRD Kaltim HM Ramadhan dan anggota DPRD Kaltim Syafruddin, Sapto Setyo Pramono, Nidya listiono di bawah pengawalan ketat aparat keamanan menemui mahasiswa di luar kantor DPRD Kaltim.

Suasana saat itu masih kondusif. Dari perwakilan beberapa kampus menyampaikan aspirasinya, sekaligus sejumlah tuntutan di hadapan Ketua DPRD Kaltim.

Tuntutan mahasiswa yaitu :
1. Mendorong adanya payung hukum yang jelas atas BBM bersubsidi.
2. Mendorong dilakukannya evaluasi BP Migas atas BBM subsidi.
3. Mendesak aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum dengan tegas kepada mafia migas.
4. Mendorong pemerintah dan DPR untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Kami sepakat menolak kebijakan kenaikan BBM,” ujar perwakilan mahasiswa.

Perwakilan mahasiswa lainnya dari BEM Unmul Samarinda mengatakan, sebelumnya mahasiswa juga telah melakukan aksi yang sama di depan Kantor Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. Namun mereka kecewa karena merasa tidak direspon.

“Pemprov tidak menanggapi, sehingga kami meminta respon baik dari DPRD Kaltim untuk mendukung penolakan kenaikan BBM,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, Ketua DPRD Kaltim. Hasanuddin Mas’ud memastikan pihaknya akan menerima seluruh aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Semua aspirasi mahasiswa kami tampung semua,” ucapnya.

Namun rupanya jawaban Ketua DPRD Kaltim tak membuat ribuan mahasiswa tersebut puas. Justru kondisi aksi mahasiswa semakin memanas dan menegangkan.

Menyadari kondisi mulai tak kondusif, petugas keamanan segera membawa rombongan Ketua DPRD Kaltim untuk masuk kembali ke dalam gedung.

Benar saja, hitungan detik, mahasiswa mulai melempari benda-benda tumpul ke arah dalam pagar. Kondisi terus memanas hingga jelang magrib. Sebagian mahasiswa bergeser ke arah pintu masuk sisi kiri dan melanjutkan aksinya.

Tepat beberapa menit sebelum azan magrib, keadaan mulai kondusif. Hingga akhirnya mahasiswa membubarkan diri masing-masing setelah magrib.

Penulis : Koko
Editor : Oen

Don`t copy text!