MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menilai kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat saat ini tidak tepat.

Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia, Kaltim dan Kota Samarinda khususnya yang saat ini belum benar-benar pulih dari pandemi COVID-19. Dimana, perekonomian masyarakat terjun bebas pasca “dihajar” pandemi COVID-19 yang terjadi dalam waktu dua tahun terakhir.

Sehingga, kata Legislatif dari partai Gerindra ini, dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tersebut memancing perhatian publik dan gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.

Dengan kenaikan harga BBM, kata Afif, dipastikan akan berdampak pada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Sehingga di menilai wajar jika masyarakat berteriak. Mengingat perekonomian rakyat ini sedang susah.

“Ini sangat menyulitkan rakyat, terlebih ekonomi kita turun karena COVID-19 yang sejak dua tahun lalu terjadi. Kondisinya sekarang, baru mulai pulih, justru sekarang disulitkan dengan BBM yang naik, ” katanya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!