MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Hari ini, Rabu (16/3/2022) Komisi III DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat (RDP), membahas masalah seringnya peristiwa penabrakan di alur Sungai Mahakam.

Hadir dalam RDP tersebut dari Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, KSOP, PT Pelindo 4 dan INSA Samarinda. Rapat dilaksanakan di ruang rapat Gedung D lantai 3 Kantor DPRD Kaltim.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud meminta KSOP dan Pelindo untuk bersinergi dan bekerjasama mengamankan seluruh jembatan di Kaltim.

Menurut dia, KSOP sebagai regulator dan Pelindo sebagai operator memiliki tugas dan tanggungjawab memberikan keamanan jembatan, karena jembatan adalah aset daerah dan aset nasional.

Hasanuddin Mas’ud juga menyesalkan peristiwa seringnya jembatan tertabrak kapal, harusnya bisa dijadikan pelajaran untuk dapat membuat upaya antisipasi terulangnya kejadian serupa.

Apalagi, kata Legislatif dari partai Golkar ini, biaya perbaikan jembatan pasca ditabrak oleh kapal-kapal tersebut sangat besar dan tidak sebanding dengan biaya perbaikan yang dilakukan.

“Rata-rata biaya perbaikan jembatan paling banyak Rp 50 juta sampai Rp 300 juta, tapi kalau estimasi saya harusnya Rp 500 juta,” katanya, ditemui usai memimpin RDP.

Dari informasi yang diterima Komisi III, ungkap Hasanuddin Mas’ud, setiap harinya ada sekitar 110 kapal melakukan pengolongan di bawah jembatan Mahakam, sehingga kondisi ini juga dapat membahayakan jembatan, karena ancaman tertabrak sangat besar.

Untuk itu, Hasanuddin Mas’ud mendorong agar jembatan di Kaltim diasuransikan.

“Jika ada asuransi, kan bisa mengcover,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!