MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Ricky P Gozali mengatakan, 5 upaya yang dilakukan Bank Indonesia di daerah untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi.

Pertama, terang dia, Bank Indonesia berupaya menjaga agar inflasi tidak naik. Untuk itu, lanjut Ricky, diperlukan sinergitas dan kolaborasi pihak-pihak terkait.

“Kita di daerah harus lebih bersinergi, berkolaborasi untuk menghadapi inflasi dan tetap menjaganya agar tidak berlebihan. Nah, kita punya “mesin” yang namanya TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), supaya masyarakat yakin bahwa pemerintah daerah, Bank Indonesia dan seluruh instansi terkait berusaha dan selalu menjaga inflasi agar tidak menjadi masalah, ” ujarnya, masih dalam rangkaian kegiatan Capacity Building Wartawan tahun 2022 yang digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/12/2022).

Kendati demikian, Ricky mengakui, salah satu kendala yang dihadapi Kaltim adalah mayoritas distribusi pasokan pangan harus mendatangkan dari luar Kaltim.

“Kendala yang dihadapi mengenak distribusi pasokan pangan ke Kaltim. Ini harus ditanggulangi dengan kerjasama antar daerah,” katanya.

Upaya lain yang juga dilakukan Bank Kaltim adalah meningkatkan dan mengembangkan UMKM lokal untuk dapat mengikuti perkembangan era digital saat ini.

“UMKM ini adalah pondasi. Kalau di daerah, selain UMKM ditingkatkan, tapi juga digitalisasi UMKM itu juga harus ditingkatkan, supaya bisa menembus pasar. Termasuk dengan pemerintah provinsi, digitalisasi harus dikembangkan, sehingga bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi daerah, ” katanya.

Masih terang Ricky, untuk menjaga nilai tukar rupiah, yang penting dilakukan Bank Indonesia adalah menjaga cadangan devisa daerah tetap bisa merangkak naik.

“Caranya, bagaimana kita mengurangi impor. Kita di daerah gerakkan cinta hasil produk buatan Indonesia, ” ujarnya.

Ricky menambahkan, pengembangan hilirisasi juga menjadi fokus perhatian Bank Indonesia. Termasuk pengembangan perekonomian syariah.

“Kita tetap optimis, tapi tetap waspada. Artinya, indikator nasional memang masih baik dan kita yakin tetap baik dengan sinergi dan kolaborasi, karena domestik kita dengan nasional tidak bisa lepas dari masalah global. Jadi, bagaimana kita meminimalisir dampak global pada domestik, ” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!