MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengatakan, momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) menjadi kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon.

“Dalam peringatan Hari Menanam Pohon Nasional ini bisa menyadarkan kepada kita betapa pentingnya tanaman pohon untuk keberlangsungan kehidupan manusia,” ujarnya.

Dikatakan Sutomo Jabir, dalam menjaga kelestarian lingkungan, semua pihak harus terlibat dan memberikan perhatian serius. Terkhusus untuk masyarakat Kaltim karena mengingat Kaltim merupakan paru-paru dunia yang memproduksi oksigen dan menurunkan emisi karbon.

“Khusus bagi kita masyarakat Kaltim, pentingnya menjaga lingkungan hijau juga tak lepas dari adanya kompensasi penurunan emisi karbon dari bank dunia dalam bentuk financial sehingga menambah PAD kita,” katanya.

Dirinya berharap, momen HMPI 2023 bisa menyadarkan kita untuk selalu melakukan penanaman pohon sebagai bentuk perhatian khusus, karena selain sebagai sumber oksigen, pohon juga menjaga suhu bumi tetap dingin, menyerap karbon, juga menyaring polisi udara, dan menstabilkan tanah memitigasi bencana serta banyak lagi manfaat lainnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pada awal tahun 2023 ini, mendapatkan insentif Rp260 miliar dari Bank Dunia. Dana itu diberikan karena daerah ini dinilai berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), melalui program REDD+ dan Forest Carbon Partnership Facility. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!