MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronny Pasie menyoroti hasil pengerjaan proyek drainase Taman Samarendah, yang ada di kawasan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.

Dirinya menilai, pengerjaan dilaksanakan tanpa memperhatikan estetika kota.

Politisi dari partai Golkar ini menyebut, dari hasil sidak yang dilaksanakan oleh Komisi III, bahkan menemukan sisa-sisa pengerjaan proyek drainase yang tidak dibersihkan.

Untuk itu, dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi kata Novan, anggaran yang dikucurkan untuk proyek pengerjaan drainase di Taman Samarendah itu tidak sedikit. Namun hasil yang dapatkan jauh dari kata memuaskan.

Tak main-main, alokasi anggaran proyek perbaikan drainase Taman Samarendah sendiri sebesar Rp 4,7 miliar. Dan target penyelesaian, Desember 2021.

“Kita sudah keluarkan dana miliaran rupiah, tapi pengerjaannya dan finishing tidak menggambarkan kerapian dan keindahan. Ini yang menjadi catatan,” ucapnya, Kamis (20/1/2022).

Dia menilai, walaupun secara fungsi drainase kembali normal dan mampu mengatasi genangan air, tapi hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Dirinya menduga, hal itu terjadi karena lemahnya fungsi pengawasan oleh OPD, selaku pelaksana kegiatan.

“Dari tinjauan di lapangan, jujur kita tidak puas dengan hasil pekerjaannya. Ini akan kita bahas dengan OPD terkait, khususnya yang membidangi ini. Ke depan, kita minta untuk diperbaiki,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!