MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan potensi SAR, Basarnas Kaltim melaksanakan pelatihan teknis potensi pencarian dan pertolongan Medical First Responder (MFR), yang dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Pelatihan MFR dilaksanakan selama sepekan dan diikuti oleh 50 potensi SAR dari TNI/Polri, instansi pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, instansi swasta, organisasi dan relawan.

Hari ini, Sabtu (18/3/2023) kegiatan pelatihan MFR ditutup, setelah sebelumnya dilaksanakan simulasi oleh peserta potensi SAR.

Kegiatan ditutup oleh Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Basarnas RI Moh. Barokna Haula, dihadiri oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Melkianus Kotta, perwakilan dari TNI/Polri, Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Hendra AH dan instansi terkait.

Kepada awak media, Moh. Barokna Haula mengatakan, kegiatan pelatihan MFR mentargetkan sebanyak 5.000 orang potensi SAR dari berbagai instansi terlibat di dalamnya dan dilaksanakan di seluruh Indonesia secara bergantian. Dimana kata dia, sebelum dilaksanakan di Kota Samarinda, pelatihan MFR telah dilaksanakan di Tarakan dan Banjarmasin.

“Kegiatan ini merupakan latihan untuk membina 5.000 potensi SAR se-Indonesia. Jadi tidak hanya di Samarinda saja, tapi di seluruh Indonesia meskipun tidak serentak, ” katanya.

Dia menyebut, pelatihan MFR yang dilaksanakan ini adalah tahap awal untuk memberikan kompetensi terkait medis penanganan darurat pertolongan pertama pada Tim SAR. Sehingga, Barokna berharap, ke depan akan terjalin kerjasama, kolaborasi dan penguat sinergi antar tim SAR dan Basarnas dalam melaksanakan operasi SAR tanggap bencana, kecelakaan dan kondisi membahayakan manusia.

“Secara kompetensi mereka sudah kita bekali. Kita harapkan, nanti timbul kesadaran karena mereka sudah memiliki skill untuk berpartisipasi dalam pencarian dan pertolongan tim SAR, ” ujarnya.

Kepada OPD dan instansi terkait, maupun pihak swasta, Barokna mengatakan, pihaknya membuka diri untuk memberikan pelatihan-pelatihan potensi SAR dalam hal penanganan berbagai kebencanaan.

“Kita tidak berhenti di sini saja, kami mengundang kerjasama pemerintah daerah, badan usaha dan kelompok masyarakat untuk menyelenggarakan pelatihan serupa di lokasi masing-masing, ” pungkasnya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!