MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Penularan virus COVID-19 di Kaltim semakin masif dan mengkhawatirkan. Tidak hanya ratusan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru terjadi, tetapi kasus kematian akibat COVID-19 mulai bertambah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, sejak Januari hingga Februari 2022, tercatat sebanyak kasus kematian akibat COVID-19 di Bumi Etam.

10 kabupaten/kota di Kaltim tidak ada lagi yang aman dari COVID-19. 7 kabupaten/kota masuk zona merah, yakni Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau dan Penajam Paser Utara. 2 kabupaten berada di zona orange, Paser dan Kutai Barat. Hanya Mahakam Ulu yang berstatus zona kuning.

Hari ini, Sabtu 12 Februari 2022 tercatat, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 771 kasus, dengan 2 kasus meninggal. Angka pasien yang dirawat masih tinggi, hari ini sebanyak 674 kasus. Sementara angka kesembuhan masih sangat rendah, hanya 95 kasus.

Kasus kematian COVID-19 sejak 2 hari berturut-turut ini terjadi di Balikpapan dan Samarinda, masing-masing 1 kasus.

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 terjadi di Balikpapan, sebanyak 356 kasus, Kutai Timur 110 kasus, Samarinda 108 kasus, Bontang 103 kasus, Kutai Kartanegara 31 kasus, Penajam Paser Utara 23 kasus, Berau 18 kasus, Paser 11 kasus, Kutai Barat 10 kasus dan Mahakam Ulu 1 kasus.

Kasus sembuh terbanyak dari Balikpapan 47 kasus, Samarinda 35 kasus, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara masing-masing 5 kasus, Berau 2 kasus dan 1 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, peningkatan kasus COVID-19 masih akan terus terjadi, sebagai akibat dari pelaku perjalanan.

“Kasus semakin menyebar, yang umumnya didahului dari pelaku perjalanan. Selanjutnya semakin banyak terjadi transmisi lokal. Ini yang menyebabkan kasus cepat bertambah, sementara kesembuhan perlahan, karena perlu waktu,” terangnya saat dikonfirmasi media ini.

Oleh sebab itu, Andi meminta kepada seluruh Satgas yang ada di kabupaten/kota di Kaltim untuk gencar melakukan 3T, tracing, testing dan treatment.

“Yang penting juga, dukungan masyarakat untuk kembali meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan,” tutupnya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Share
Don`t copy text!