MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Akreditasi adalah faktor penting dalam perkembangan perpustakaan. Dengan akreditasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan perpustakaan akan dapat diketahui kualitasnya.

Berdasarkan data Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim, sebanyak 220 perpustakaan di Kaltim telah mengantongi status akreditasi, yang meliputi perpustakaan provinsi, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan perpustakaan khusus.

Tak main-main, di tahun 2023 ini, DPK Kaltim mentargetkan jumlah perpustakaan yang terakreditasi bisa mencapai 300 perpustakaan.

Menurut Kabid P3KM DPK Kaltim, Taufik, perpustakaan sekolah menjadi perpustakaan terbanyak yang meraih akreditasi di Kaltim, yakni sebanyak 197 perpustakaan. Atas pencapaian tersebut, DPK Kaltim, kata dia, terus mendorong peningkatan perpustakaan yang ada di Kaltim untuk dapat meraih predikat akreditasi.

“DPK Kaltim turut membantu pendampingan dan pembinaan kepada perpustakaan yang ada, namun penilaian langsung diberikan oleh Perpustakaan Nasional RI, ” terang Taufik.

Dikatakan, dalam pengelolaan perpustakaan ada syarat yang harus dipenuhi. Seperti, komponen koleksi minimal 1.000 judul buku, sarana dan prasarana, tenaga pustakawan, upaya pembinaan, layanan perpustakaan hingga tingkat gemar membaca yang terjadi setiap tahunnya di perpustakaan tersebut.

Dia menambahkan, setelah melakukan penilaian mandiri, DPK Kaltim akan melakukan verifikasi atas penilaian tersebut.

“Sebelum melaksanakan assessmen oleh Perpusnas, harus dilaksanakan self assessmen yang dilakukan oleh perpustakaan, guna membantu pengelola memonitor dan mengevaluasi perpustakaan. Jika ditemukan kendala pengelolaan, DPK Kaltim siap melakukan pembinaan, ” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/M Jay)

Don`t copy text!