MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronny menyebut, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir di Samarinda.

“Pertama, terkait dengan curah hujan. Kedua, sistem pembuangan air di lingkungan itu sendiri. Apakah itu kaitannya dengan drainase dan lain-lain sudah berjalan maksimal. Ketiga, sumber air. Terlepas dari curah hujan, misalnya pematangan lahan atau aktivitas alam yang disebabkan tangan manusia,” terangnya, saat dikonfirmasi Rabu (16/2/2022).

Dia menyebut, untuk benar-benar mengetahui penyebab terjadinya banjir, harus benar-benar dilihat ke lapangan. Sehingga kepastian penyebabnya, akan mudah diungkap.

“Kita harus meninjau ke lapangan untuk melihat sumbernya dari mana, karena kalau hanya curah hujan, ini masih kategori normal saja. Masalahnya, sekarang muncul titik baru lokasi banjir. Itu yang perlu kita lihat, apakah sistem pembuangan sudah berjalan maksimal. Ataukan ada sumber lain yang menyebabkan banjir ini,” ujarnya.

Masih kata Novan, Komisi III sudah melakukan peninjauan ke beberapa titik banjir dan membuat beberapa catatan penting.

“Kita sudah tinjau juga sebelumnya. Kalau kaitan dengan banjir ini, kita investigasi dulu, kita lihat penyebabnya. Apakah di hilirnya yang bermasalah atau memang di hulunya yang menjadi penyebab. Termasuk kita tinjau juga dampak alam lainnya,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Oen

Editor : M Jay

Share
Don`t copy text!