MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Memiliki puluhan ribu koleksi buku dan dokumen penting, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kaltim berupaya untuk menjaga seluruh koleksi dengan baik.

Plt Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Daerah Kaltim Patimah Irni menjelaskan, khususnya untuk koleksi buku-buku bersejarah, buku kuno dan langka, yang mana jumlahnya sangat terbatas, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim memiliki bidang khusus untuk merevitalisasi buku-buku tersebut menjadi sebuah dokumen yang disimpan dalam bentuk CD. Bidang tersebut adalah Ahli Media.

“Ahli Media ini bertugas untuk melakukan revitalisasi buku-buku yang kondisinya rusak. Biasanya, buku-buku yang usianya sudah tua, buku-buku bersejarah, dokumen penting, buku-buku langka yang memang jumlahnya sangat terbatas. Biasanya hanya 1 atau 2 buku, ” terangnya, saat ditemui di kantornya, Jumat (7/10/2022).

Dia menyebut, mayoritas buku-buku yang di Alih Mediakan tersebut memiliki kerusakan yang banyak. Bahkan ketika membuka buku diperlukan kehati-hatian agar tidak menambah kerusakan pada buku.

Teknis melakukan revitalisasi buku, sebelumnya buku-buku tersebut di foto setiap lembarnya dengan penuh kehati-hatian. Setelah di foto, dimasukkan dalam dokumen di komputer untuk dilakukan pembersihan hasil foto. Dalam tahapan ini memerlukan konsentrasi tinggi dan ketelitian agar tidak menghilangkan huruf-huruf. Setelah selesai dilakukan pengecekan kembali, sebelum file buku disimpan di dalam bentuk CD.

“Pada tahapan ini, tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan, ada prosedurnya dan memerlukan ketelitian. Biasanya untuk 1 buku itu kita bisa olah hingga dua minggu. Tapi tergantung kerusakan buku lagi dan banyaknya halaman yang ada dalam buku tersebut, ” bebernya.

Patimah Irni mengatakan banyaknya koleksi buku kuno, buku sejarah maupun buku-buku penting lainnya diberikan oleh beberapa kerajaan yang ada di Kalimantan Timur dengan jumlah yang sangat terbatas. Yang mana, pada saat diserahkan, buku-buku tersebut usianya sudah tua dan memerlukan revitalisasi.

“Mayoritas buku-buku itu ditulis dengan menggunakan tulisan tangan, belum dengan mesin tik maupun komputer. Jumlahnya pun hanya 1 buku, apalagi dari pihak kerajaan, biasanya buku-buku terbatas karena di sana sendiri juga memang terbatas koleksinya, ” katanya.

Karena terbatasnya jumlah koleksi buku-buku maupun buku yang sudah dialihkan menjadi CD, maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim tidak lagi meminjamkan buku tersebut untuk dibawa pulang oleh anggota Perpustakaan. Namun, peminjaman hanya untuk di buka di Perpustakaan Daerah Kaltim saja.

“Untuk koleksi ini kita memang tidak pinjamkan untuk dibawa pulang, karena khawatir terjadi kerusakan yang semakin parah. Sehingga, boleh dipinjam dengan catatan hanya di sini saja. Pun untuk buku-buku yang sudah dalam bentuk CD, kita putarkan di sini saja, tidak dibawa pulang,” tutupnya. (Adv12/Koko/Oen)

Don`t copy text!