MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah mengatakan, potensi Sungai Mahakam mulai dilirik banyak investor untuk dijadikan sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dikatakannya, Sungai Mahakam dapat dijadikan sebagai objek untuk meningkatkan PAD bagi Kota Samarinda. Mengingat peluangnya sangat besar, jika benar-benar digarap dengan maksimal. Namun, diakuinya potensi tersebut sejak lama tak dilirik.

Usulan tersebut disampaikan oleh Komisi II DPRD Samarinda setelah melihat masyarakat yang akhirnya menjadi dampak risiko dari adanya aktivitas angkutan di sekitar Sungai Mahakam dan kerap kali terjadi insiden, sehingga dinilai merugikan daerah.

“Nah saya usulkan itu karena banyak yang terjadi apalagi kemarin beberapa kali ponton pengangkut batu bara itu menabrak tiang jembatan kemudian pipa air,” katanya, Jumat (12/10/2023).

Alasan lain, Laila menyebut karena tidak adanya PAD yang masuk, lantaran dikelola oleh pihak ketiga.

“Kenapa saya usulkan itu? Karena selama ini menggunakan pihak ketiga, tidak ada PAD yang masuk dari kapal pandu. Terus keuntungannya apa,” katanya.

Dirinya berharap, daerah bisa menarik retribusi dari lalu lintas Sungai Mahakam. Sehingga ketika terjadi insiden, maka daerah bisa cepat menangani.

“Makanya kita harapkan itu daerah yang kelola, daerah juga bisa melakukan langkah langkah antisipasi mengurangi resiko kecelakaan,” ujarnya.

Namun, Laila menyebut, usulan tersebut tidak mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat karena Peraturan Menteri Keuangan belum mengatur hal itu.

“Ya belum bisa, karena dari kementerian keuangan tidak mengijinkan memasukkan item baru. Tapi kalau kapal pandu itu boleh,” imbuhnya. (Koko/M. Jay/Adv/DPRD Samarinda)

Don`t copy text!