MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk memberikan perhatian lebih pada bidang kebudayaan.

“Saya melihat adanya pengabaian terhadap budaya di Kaltim, baik dari sisi program apalagi penganggarannya, karena itu kita menyarankan agar bagaimana pihak terkait memikirkan dan melahirkan peta jalan untuk pengembangan dalam aspek tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, budaya sangat penting bagi kehidupan manusia dan memiliki peran
serta fungsi sentral dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu bangsa akan menjadi besar, jika nilai-nilai kebudayaan telah mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat.

“Padahal budaya merupakan eksistensi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa budaya, masyarakat akan tercerabut dari akarnya,” katanya.

Salehuddin menegaskan, semua pihak berkewajiban ikut serta untuk benar-benar memberi perhatian besar terhadap eksistensi mendasar dalam kehidupan bermasyarakat ini.

“Jadi memang design ini harusnya menjadi concern (fokus) kita bersama-sama. Tapi kalau yang kami lihat memang Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu, benar-benar memang tidak sepenuhnya melihat bidang ini secara serius,” katanya.

Ketidaksesuaian itu, lanjutnya, terlihat dari sisi program dan anggaran yang digulirkan, meskipun telah dilakukan audiensi untuk bagaimana menempatkan posisi kebudayaan sebagai aspek yang utama.

Dalam hal ini, Salehuddin menyinggung perhatian unit pelaksana teknis (UPT) yang menurutnya timpang dan seolah bidang kebudayaan dinomorduakan. Harapannya, pemprov juga fokus memikirkan langkah-langkah konkrit pengembangan di wilayah ini.

“Kalau tidak dapat diutamakan, yah anggarannya tidak besar sebesar apa yang menjadi fokus anggaran di pendidikan, ya kita minta minimal separuhnya itu betul-betul difokuskan pada program terkait dengan pengembangan kebudayaan ini,” pungkasnya. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!