DPK Kaltim Miliki Koleksi Buku Sejarah Tahun 1936

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Dokumen sejarah suatu daerah maupun negara menjadi aset penting yang harus diselamatkan keberadaannya dan harus terus dijaga. Salah satunya adalah koleksi buku-buku sejarah mengenai Kalimantan Timur.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim memiliki koleksi buku-buku tentang sejarah Kaltim, sejarah kesultanan yang ada di Kaltim hingga buku-buku mengenai Kaltim yang bertuliskan bahasa Melayu dan Belanda.

“Perpustakaan kita memiliki koleksi buku-buku yang usianya sudah tua, berbahasa Belanda ditulis tahun 1936. Ada juga buku-buku hasil dari keraton dan kesultanan di Kaltim,” ujar Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim Patimah Irni beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, untuk menjaga dan merawat koleksi buku-buku tua tidaklah gampang. Harus penuh dengan kesabaran, ketelitian dan memiliki keahlian khusus, karena buku-buku tua tersebut rentan rusak jika sering dipegang.

“Koleksi buku kita yang tahun 1936 itu saja kertasnya sudah tidak bisa dibuka lagi, di samping warna kuning, sudah sokbek dan rentan rusak. Makanya diperlukan sumber daya manusia yang punya keahlian khusus untuk menangani,” katanya.

Untuk menambah jumlah perbendaharaan koleksi buku sejarah Kaltim, DPK Kaltim, lanjut Patimah, telah bekerjasama dengan kesultanan yang ada di Kaltim. Diantaranya adalah Kesultanan Gunung Tabur.

“Kita kerjasama dalam pelestarian koleksi dengan Keraton Gunung Tabur Berau. Sudah ada beberapa koleksi yang sudah kami alih mediakan, ada juga yang beberapa koleksi masih dalam proses. Sedangkan untuk Kesultanan Kutai Kartanegara saat ini masih dalam tahap penjajakan kerjasama,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan adanya koleksi sejarah Kaltim yang tetap terjaga, terawat dengan baik, maka akan menjadi upaya untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Tentu ini juga dalam rangka mencerdaskan bangsa, karena dengan buku sejarah terjaga dan terpelihara dengan baik, anak-anak generasi muda kita masih tetap bisa membacanya dan mengetahui bagaimana sejarah Kaltim. Ini akan menjadi upaya kita juga untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Share