MEDIABORNEO.NET, BALIKPAPAN – Berbagai inovasi diramu SD Negeri 011 Balikpapan Tengah untuk meningkatkan minat baca dan literasi siswanya melalui program Pojok Baca.

Kepala Sekolah SD Negeri 011 Balikpapan Tengah Sahidayati mengatakan, program Pojok Baca menjadi inovasi program terbaru yang digagas sekolah yang dipimpinnya. Dimana, melalui program tersebut diwajibkan setiap kelas memiliki pojok baca. Menurutnya, upaya tersebut untuk memudahkan siswa siswi untuk mendapatkan bahan bacaan dengan cepat, kendati tidak datang ke perpustakaan sekolah.

“Ini untuk memudahkan murid-murid yang enggan datang ke perpustakaan untuk tetap bisa mendapatkan buku melalui pojok baca yang ada di masing-masing kelas,” ucapnya.

Dikatakan Sahidayati, program Pojok Baca sengaja dibuat karena adanya renovasi ruang perpustakaan sekolah saat ini.

“Perpustakaan kami memang saat ini masih dalam perbaikan, ” terangnya.

Sahidayati menyebut, sebelum adanya program Pojok Baca di setiap kelas, sekolah SD Negeri 011 Balikpapan Tengah juga telah menyiapkan pojok baca di beberapa titik sudut lingkup sekolah. Hanya saja, ada beberapa kendala yang akhirnya membuat siswa enggan datang membaca. Terutama ketika hujan.

“Pojok Baca bukan hanya ada di dalam kelas, tapi di luar kelas juga ada. Siswa yang ketika jam istirahat ingin membaca bisa datang ke sana. Tapi kendalanya ketika musim hujan, ” katanya.

Baik di perpustakaan sekolah, Pojok Baca kelas dan pojok baca sudut lingkup sekolah telah disediakan berbagai macam koleksi bahan bacaan. Tidak hanya buku pelajaran saja, tetapi juga ada buku dongeng, buku sejarah hingga cerpen. Sementara itu, bantuan buku-buku dianggarkan dari alokasi dana BOS. Tetapi ada juga koleksi buku yang diberikan oleh pihak swasta.

“Biasanya untuk buku pelajaran yang ada di perpustakaan itu dianggarkan dari dana BOS, kecuali buku cerita, itu kita dapatkan dari bantuan pihak swasta, ” ujarnya.

Masih kata dia, SD Negeri 011 Balikpapan Tengah juga mewajibkan seluruh siswa siswinya untuk membaca buku sebelum pelajaran dimulai. Biasanya dilaksanakan sekitar 15 menit. Hal ini untuk memudahkan siswa siswi untuk dapat mengetahui materi pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

Melalui program Pojok Baca di setiap kelas, Sahidayati berharap minat baca dan tingkat literasi siswa siswinya akan kembali terdongkrak pasca pandemi COVID-19.

“Tentunya setelah pandemi COVID-19, kami berharap minat baca murid semakin bertambah, karena pada pandemi kemarin minat baca murid menurun, sehingga kami buat kembali program Pojok Baca, ” pungkasnya. (Adv DPK Kaltim/Oen/M Jay)

Don`t copy text!