MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Rencana pemindahan pusat layanan perpustakaan daerah Kaltim mendapat tanggapan beragam dari staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim maupun pengunjung perpustakaan.

Seperti diketahui, gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim yang berada di Jalan Ir H Juanda, Samarinda selalu menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Akibatnya, layanan perpustakaan kerap tutup.

“Karena di sini banjir, sudah tidak layak lagi. Mudah-mudahan secepatnya dapat gedung baru, apakah di Hotel Atlet atau di bandara lama. Karena ada kabar Perpustakaan Nasional mau membantu membangun gedung jika sudah ada lahannya. Tapi sekarang lahannya belum jelas, kalau terlalu ke pinggir juga kita tidak bagus, nanti gedung bagus tidak ada yang datang pengunjungnya karena jauh,” ujar Staf Layanan Koleksi Referensi DPK Kaltim Rosanna BR Sitepu.

Hal senada juga disampaikan Pustakawan DPK Kaltim, Deborah. Menurutnya, persoalan banjir yang sering menimpa gedung perpustakaan daerah kerap mengganggu pelayanan. Masyarakat pun enggan datang berkunjung. Selain itu, menyebabkan banyak koleksi buku rusak.

“Kami senang kalau memang gedung perpustakaan ini mau dipindahkan, karena gedung ini sempit. Selain itu, di lantai dasar sering kebanjiran. Kalau sering banjir kan kasihan pelayanannya tutup. Di bawah juga banyak buku anak, banyak barang seperti lemari pada rusak karena terendam banjir. Penanganannya

hanya sekedar dikosongkan rak yang di bawah. Tapi di bawah ada layanan internet, jadi harus ditinggikan,” katanya.

Berbeda dengan seorang pengunjung DPK Kaltim, Christian Dinata. Kendati mengaku sering terkendala ke perpustakaan daerah ketika dirinya banyak tugas kuliah, dimana layanan perpustakaan tersebut tutup lantaran banjir. Namun menurut dia, seharusnya ada kerjasama dengan OPD lainnya untuk penanganan masalah banjir, sehingga tidak memerlukan pemindahan gedung.

“Untuk gedungnya memang rawan banjir, mungkin karena tata letaknya di daerah rawan banjir. Perpustakaan daerah ini menurut saya bisa kerjasama dengan dinas terkait untuk menanggulanginya. Kalau untuk pemindahan menurut saya, kalau tidak terlalu urgent mending dimaksimalkan saja gedung yang ada, mungkin bisa dengan menggunakan dua gedung, jadi tidak terpusat di sini saja,” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/M Jay)

Don`t copy text!