MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – DPW Partai Gelora Kalimantan Timur menggelar acara dialog kebudayaan dan nonton bareng (Nobar) film Naga Naga Naga, dengan mendatangkan aktor utamanya langsung, Deddy Mizwar.

Acara berlangsung di dua tempat berbeda. Dialog kebudayaan dilaksanakan di Cafe Banana, Kamis kemarin dan Nobar film Naga Naga Naga di XXI Big Mall Samarinda, tadi malam.

Tidak hanya kader partai Gelora Kaltim yang antuasias dengan acara tersebut, namun juga pengunjung XXI tadi malam. Lantaran mengetahui kehadiran aktor kawakan Deddy Mizwar.

Pun Ketua DPW Partai Gelora Kaltim Hadi Mulyadi yang menyambut positif film Naga Naga Naga. Menurutnya, film ini sarat dengan nilai-nilai kebangsaan dan mengajarkan bagaimana mempererat rasa persatuan.

“Film ini mulai dari Naga 1,2,3 adalah nasionalisme yang luar biasa, mengajarkan kita untuk mencintai sesama. Hubungan keluarga yang sangat rumit, bisa diselesaikan secara arif. Ini film yang sangat berbobot, kita harus apresiasi,” katanya, pada wartawan usai gelaran Nobar tadi malam.

Perkembangan dunia perfilman saat ini, lanjut Hadi Mulyadi, semakin kreatif dan tak kalah saing dengan film-film luar negeri.

Film karya anak bangsa juga mulai mengangkat kearifan lokal, dengan keanekaragaman seni budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sehingga dengan ini juga akan menjadi ajang promosi budaya Indonesia itu sendiri untuk dikenal lebih meluas.

“Saya kira film Indonesia tidak kalah dengan film lain dengan konten yang luar biasa. Kita baru cerita 2 kota besar, Medan dan Jakarta, kita belum cerita Kalimantan Timur. Jadi saya berharap nanti Naga 4 di Kalimantan Timur,” katanya.

Deddy Mizwar menyambut baik respon masyarakat Kaltim atas film yang digarapnya tersebut.

“Masyarakat Kaltim bisa mengapresiasi dan terinspirasi, terhibur, sekaligus bentuk nyata dukungan atas film Indonesia. Ini perlu dibangun apresiasi kita terhadap Indonesia, kita harus jadi tuan rumah, jadi harus ada dukungan masyarakat,” katanya.

Deddy Mizwar memiliki harapan yang besar terhadap perfilman di Indonesia. Dengan kemudahan teknologi saat ini, dirinya berharap film Indonesia digarap dengan konten konten lebih mengedepankan sisi lokal Indonesia dan dapat bersaing di perfilman luar negeri.

“Teknologi semakin maju dan akses semakin terbuka, mestinya film Indonesia semakin maju dibandingkan dulu, apalagi materi film beragam, setiap daerah memiliki sesuatu yang khas yang tidak dimiliki negara lain,” pungkasnya.

Penulis : Koko
Editor : Oen

Don`t copy text!