MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pihaknya masih mengevaluasi untuk dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SLTA sederajat pada Januari 2022 mendatang.

Dirinya menegaskan bahwa, walaupun kasus COVID-19 melandai di Kaltim, tapi dia tidak ingin mengambil sikap gegabah terhadap situasi dan kondisi Kaltim saat ini. Terlebih kata Gubernur Isran Noor, saat ini di beberapa negara menghadapi virus COVID-19 varian baru, yakni Omicron yang penularannya sangat cepat.

“Sedang disiapkan, kita sedang evaluasi. Apalagi ini ada virus varian baru B11526 (virus Omicron, red),” ucapnya baru-baru ini.

Untuk itu, lanjut mantan Bupati Kutim ini, pihaknya akan memaksimalkan kegiatan vaksinansi terhadap guru-guru dan siswa.

“Kita maksimalkan dulu vaksinansi, minimal 75 persen, kalau tidak, jangan dulu. Ini sekarang kan kira-kita baru 60 persen,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat SLTA sederajat akan dilaksanakan 100 persen pada Januari 2022 mendatang, dengan syarat kasus COVID-19 di Kaltim terus menurun.

“Kita sudah menyampaikan kepada pak Gubernur, bahwa realisasi cakupan vaksin untuk siswa-siswi sudah mencapai 72 persen. Cakupan vaksin untuk guru sudah 76 persen. Terkait capaian vaksin ini nantinya akan dievaluasi, termasuk melihat kondisi COVID-19 di Kaltim,” ucapnya Kamis (2/12/2021).

Dikatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim telah bersurat kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim mengenai permohonan izin untuk pelaksanaan PTM tingkat SLTA sederajat di Kaltim. Yang mana, nantinya sistem PTM tidak lagi menggunakan jadwal dan pembagian siswa, namun dilakukan serentak seperti sebelum adanya COVID-19.

“Usulan saya, Januari sudah dilaksanakan PTM semua. Usulan tertulis sudah disampaikan kepada Sekdaprov Kaltim, rencananya pelaksanaan nantinya tidak lagi pakai ship. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Masih kata dia, target vaksinansi untuk siswa hingga akhir Desember 2021 dapat mencapai 75 persen. Untuk itu, Anwar Sanusi berharap agar masing-masing sekolah dapat melakukan akselerasi atau percepatan vaksin kepada siswanya masing-masing.

“Kepada masing-masing sekolah, kiranya bisa mempercepat pelaksanaan vaksin. Sehingga akhir tahun bisa mencapai 75 persen dan bisa melaksanakan PTM di seluruh Kaltim,” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor   : M Jay

Don`t copy text!