MEDIABORNEO.NET, KUTAI KARTANEGARA – Hari ke dua pencarian terhadap korban tenggelam, seorang ayah bersama anak balitanya membuahkan hasil. Tim gabungan SAR berhasil menemukan jasad Soleman (3) warga Desa Liang Buaya RT 001, Kecamatan Muara Kaman, Kukar dalam keadaan mengambang di Sungai Mahakam, sekitar 500 meter dari lokasi tenggelamnya perahu Ketinting di sekitar Jety PT MSJ, Separi, Kukar, sekitar pukul 14.18 Wita, Senin (22/11/2021).

Sementara itu, keberadaan sang ayah yang bernama Ihsan (55), hingga kini belum diketahui nasibnya. Dan masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta membenarkan penemuan jasad balita Solaiman.

“Pukul 14.18 menit, tim SAR menemukan satu korban atas nama Soleman, umur 3 tahun dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan sekitar 500 meter dari lokasi tenggelamnya kapal menuju ke arah hilir,” ucapnya melalui rilis yang dikirim pada Senin sore.

Dikatakannya, saat ini jasad korban Soleman telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum, sebelum akhirnya dikembalikan kepada pihak keluarga.

Masih kata dia, operasi pencarian terhadap korban tenggelam lainnya yang merupakan ayah korban, masih tetap dilakukan hingga Senin sore.

“Korban yang telah ditemukan tadi sudah dibawa ke rumah sakit. Pencarian masih dilanjutkan, masih tersisa satu korban yang belum ditemukan. Pelaksanaan masih akan diteruskan sampai dengan sore nanti,” tutupnya.

Berita sebelumnya, sebuah perahu Ketinting yang ditumpangi oleh satu keluarga, yakni Ihsan (suami), Idah (istri), Anisa (7) dan Soleman (3) berencana mengunjungi rumah kerabatnya yang sedang melaksanakan repsesi pernikahan pada Sabtu (20/11/2021). Mereka berangkat setelah habis magrib dari Muara Kaman menuju daerah Danau Murung, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Ketika melintasi perairan sepanjang Sungai Mahakam, tepat di sekitar Jety PT MSJ Separi, sebuah kapal taxi melaju kencang hingga menimbulkan gelombang besar yang langsung menghantam perahu Ketinting yang ditumpangi satu keluarga ini.

Kepanikan sempat terjadi, lantaran Ihsan kehilangan kemudi perahunya. Hanya hitungan detik, air sungai masuk ke dalam perahu, yang menyebabkan perahu karam. Seluruh korban sempat tenggelam, namun Idah dan anak perempuannya Anisa berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan suami dan anak balitanya tenggelam.

Penulis : Koko
Editor   : M. Jay

Don`t copy text!