MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Peran kearsipan sangat vital untuk menyimpan lembaran dokumen yang sifatnya penting.

Yang mana arsip ini adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim HM Syafranuddin menjelaskan, saat ini OPD Perpustakaan Daerah digabung dengan Kearsipan Daerah, sehingga menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan.

“Sekarang perpustakan digabung arsip, sedangkan dulu ini adalah dua badan lembaga yang terpisah. Tapi sekarang menjadi satu, sehingga harus ada sinerginya,” ujarnya.

Menurut HM Syafranuddin, pihaknya dalam waktu dekat ini akan membuat program untuk menampilkan arsip sejarah Kaltim sebagai upaya untuk memperkenalkan pada generasi muda bahwa banyak catatan sejarah yang terjadi di Bumi Etam.

“Nanti kami akan buatkan misalnya pidato Gubernur yang pernah dibacakan di tahun berapa, makanya ini kerja keras, karena memang tugasnya begitu,” ucapnya.

“Seperti kunjungan Presiden Soekarno ke kaltim di lapangan Kinibalu, itu ada arsipnya. Kaltim banyak punya sejarah,” sambungnya.

Untuk menambah perbendaharaan kearsipan sejarah Kaltim, DPK Kaltim, lanjut HM Syafranuddin akan bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional.

“Kami kerjasama dengan Perpustakaan Nasional mencari arsip itu. Mencari video, rekaman suara dan sebagainya, bisa jadi untuk pengetahuan anak-anak, karena mungkin generasi sekarang tidak tahu sejarah daerah kita,” katanya.

Dia menambahkan, termasuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak kesultanan yang ada di Kaltim.

“Makanya ke depan, kami bersama kesultanan akan menggali kerjasama untuk dokumentasi ini,” tutupnya. (Adv74/Koko/Oen)

Don`t copy text!