MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA– Kehadiran gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipursip) Kota Samarinda dengan desain unik dan lebih lengkap menjadi salah satu rujukan Pemustaka untuk datang berkunjung.

Salah seorang diantaranya adalah Juita Ratna Sari, mahasiswa Universitas Mulawaran. Dirinya menyambut baik kehadiran Dipursip Samarinda yang lebih “segar”. Selain itu, layanan dan fasilitas yang diberikan jauh lebih baik, hingga membuat lebih betah berlama-lama di dalam perpustakaan.

Hari itu Juita datang ke perpustakaan mencari beberapa buku untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

“Saya sedang mengerjakan tugas penelitian mata kuliah, jadi kemaren ada nilai yang kurang dan disuruh mengulang, makanya ini kesempatan terakir untuk memperbaiki sehingga saya banyak mencari koleksi buku-buku terkait dengan tugas-tugas saya di perpustakaan ini,” ucapnya pada Mediaborneo.net.

Walupun menyebut beberapa koleksi buku-buku di Dipursip Samarinda masih belum lengkap, namun di fasilitas lainnya Juita menilai Dipursip Samarinda sudah sangat cukup.

“Kalau di sini buku-buku untuk kuliahnya kurang, untuk literatur yang mau kita cari belum lengkap, cuma kalau untuk buku pengembangan diri sudah cukup lengkap dan tidak kalah dengan perpustakaan daerah dan fasilitas internetnya juga sudah memadai. Layanan fasilitasnya bagus, kurang lebih sama perpustakaan daerah sama bagus,” ujarnya.

Pun untuk layanan keperpustakaan, Ratna menilai Dipursip Samarinda sudah semakin baik dan lebih cepat. Kendati demikian, dia mengharapkan, agar layanan perustakaan tidak hanya dibatasi hingga pukul 16.00 Wita saja, tetapi diperpanjang hingga malam hari.

Bukan tanpa alasan dirinya menaruh harapan besar penambahan waktu layanan perpustakaan. Sebagai seorang mahasiswa, setiap hari sejak pagi hingga sore hari, mahasiswa sepertinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk kuliah. Sementara banyak tugas yang harus diselesaikan, sedangkan myoritas mereka terkendala dengan buku-buku yang diperlukan.

“Kalau pelayanan lebih ramah, sigap, lebih bagus. Tapi kami berharap bisa seperti dulu lagi bisa sampai malam. Kalau sekarang ini jam 4 sore tutup, kalau Jumat setengah hari, Sabtu Minggu tutup. Sementara kalau kita kuliah kan kadang sampai malam atau sore baru pulang, waktu jadi terbatas, sayang banget. Sama seperti perpustakaan daerah dulu sampai jam 9 malam, jadi bisa mengerjakan tugas sampai malam. Ini kan sudah tidak ada pembataaan lagi, harusnya bisa buka sampai malam lagi,” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Don`t copy text!