MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Upaya pencegahan, mengobati dan mensterilkan bahan pustaka dari serangan serangga, diantaranya dengan melakukan fumigasi perpustakaan.

Staf Layanan Koleksi Referensi DPK Kaltim, Rosanna BR Sitepu mengatakan, fumigasi menjadi langkah ampuh untuk mencegah dan membasmi wabah akibat serangga agar bahan pustaka tetap terjaga lama. Tentunya akan mengurangi proses pelapukan koleksi buku yang ada. Fumigasi, kata Rosanna, sebagai salah satu upaya pelestarian bahan pustaka.

Fumigasi adalah salah satu cara untuk melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka menggunakan bahan kimia untuk mencegah, mengobati, mensterilkan dan membasmi biota yang dapat merusak dengan menggunakan fumigan.

Teknis pelaksanaan fumigasi ini dilakukan oleh petugas professional pada tiga ruang layanan perpustakaan, dengan mengedapkan udara dan menutup semua ruangan. Agar proses penetrasi obat ke dalam buku berlangsung secara maksimal. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu isolasi ruangan menjadi kedap udara, pelepasan tablet, penetrasi obat dan pembersihan ruangan dari sisa-sisa bahan kimia.

Menurut Rosanna, dalam kegiatan fumigasi, biasanya perpustakaan melakukan penutupan layanan untuk beberapa hari.

Kendati demikian, di Perpustakaan Daerah Kaltim, kata Rosanna belum lagi melakukan fumigasi sejak beberapa tahun terakhir. Sementara yang dilakukan hanya perawatan sederhana.

“Kalau untuk perawatan buku ini seharusnya lima tahun sekali difumigasi. Tetapi ini belum lagi diadakan fumigasi. Sekarang hanya perawatannya sekedar laminating saja dan dibersihkan dari debu-debu,” imbuhnya. (Adv DPK Kaltim/M Jay)

Don`t copy text!