MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Memiliki fasilitas yang lengkap, sarana dan prasarana yang memadai, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Samarinda ini menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi banyak pemustaka untuk datang berkunjung.

Delvani Natasia, mahasiswa Universitas Mulawarman ini contohnya. Walaupun baru kali pertama datang ke perpustakaan yang ada di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda tersebut. Namun dirinya langsung merasa nyaman.

Menurut mahasiswa semester 8 tersebut, dirinya lebih memilih datang ke Dispusip Samarinda karena lokasinya yang dekat dengan kampus dan mudah dijangkau. Selain itu, kata dia, sejak layanan pembuatan kartu anggota hingga pencarian buku-buku yang diinginkan selalu mudah.

“Layanan cepat, tadi pembuatan kartu pendaftaran persyaratan hanya KTP dan prosesnya mudah. Kita juga dibantu untuk mendapatkan buku yang kita inginkan dari staf layanan. Selain itu tempatnya juga nyaman untuk belajar, mengerjakan tugas kuliah. Lokasinya dekat dengan kampus,” katanya, ditemui saat berada di Dispusip Samarinda, baru-baru ini.

Bagi Fani, koleksi buku-buku di Dispusip Samarinda beragam. Mulai dari buku pelajaran, fiksi, non fiksi dan sebagainya.

“Menurut saya lebih nyaman, karena mungkin juga masih baru jadi saya lebih nyaman mencari referensi terbaru. Apalagi saya jurusan pajak, referensi harus yang terbaru. Tapi untuk bukunya, dibanding yang lain, biasanya perpustakaan itu dari buku-buku yang lama, tapi kalau di sini saya lihat lebih banyak buku yang baru,” ujarnya.

Adanya wacana Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Samarinda untuk bekerjasama dengan pihak ketiga dalam hal membuat café di lokasi perpustakaan, Fani menyambut baik wacana tersebut. Karena menurut dia, dengan adanya café di lingkungan perpustakaan akan semakin memudahkan pengunjung ketika tiba-tiba ingin mencari makanan.

“Saya dukung, dengan adanya fasilitas cafe tentu akan memudahkan pengunjung juga. Biasanya kita membaca buku atau belajar di sini sampai berjam-jam, kadang dari kampus sudah tidak sempat makan, sedang di sini jauh dari warung. Makanya kalau ada cafe akan lebih bagus,” katanya.

Kepada Dispusip Samarinda, dia juga berharap ke depan akan menambah koleksi buku-bukunya.

“Harapannya, buku-buku lebih diperbanyak, karena mungkin masih baru, jadi referensi masih kurang,” tandasnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Don`t copy text!