MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Hingga saat ini, pembangunan gedung RSUD Korpri Kaltim masih menjadi perbincangan publik. Bagaimana tidak, karena lokasi pembangunannya berada di titik lokasi banjir.

“Saya dari dulu menentang. Kenapa? Karena menyangkut masalah letak dan posisinya. Banyak aspek pertimbangan, jangan hanya melihat kebutuhan saat itu saja,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Anhar, beberapa waktu lalu pada media ini.

Walau begitu, dirinya mengaku mengapresiasi pembangunan rumah sakit tersebut. Namun karena lokasi yang dipilih untuk membangun adalah lokasi yang rawan banjir, Anhar sangat menyayangkan hal tersebut.

“Kebutuhan rumah sakit dan pembangunannya, kita apresiasi itu. Tapi juga jangan sampai dengan pembangunan itu berdampak pada masalah-masalah. Karena tempat pembangunan yang tidak ideal dan menyalahi tata ruang. Dimana lokasinya itu beresiko banjir,” ujarnya.

Dilanjutkannya, lantaran dibangun di lokasi banjir, politisi dari PDIP ini khawatir, masyarakat akan kesulitan untuk menjangkau rumah sakit tersebut. Terlebih ketika di musim penghujan atau pasangnya air sungai, karena dipastikan ruas dan akses jalan akan tergenang banjir.

“Kalau rumah sakit dibangun dengan kondisi saat ini, sulit juga digunakan, karena ketika terjadi banjir maka daerah itu sangat sulit untuk dijangkau. Setiap ada genangan air, itulah tempat-tempat yang sulit dilewati,” sebutnya.

Menurut dia, jauh hari saat masih proses wacana pembangunan RSUD Korpri Kaltim, DPRD Samarinda, kata Anhar, sudah memberikan saran dan masukkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Tapi rupanya, masukkan tersebut kurang mendapat respon dari pihak pemerintah.

Dikatakan, pembangunan rumah sakit hendaknya tidak hanya terpusat di daerah kota saja, tetapi juga daerah pinggiran, seperti di Palaran. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah jauh dari kota, juga mudah mendapatkan fasilitas kesehatan dengan baik.

“Waktu itu kita sudah memberikan ide, alangkah baiknya dibangun di sekitar stadion (Palaran, red). Kan di sana ada tanah provinsi dan didanai oleh Pemerintah Provinsi. Sehingga bisa mengcover 2 kabupaten/kota. Kebutuhan fasilitas kesehatan warga di pinggiran Samarinda. Seperti Loa Janan, Palaran da Samarinda Seberang. Juga Kutai Kartanegara, khususnya warga pesisirnya,” terangnya.

Anhar berharap kepada Pemkot Samarinda, khususnya Wali Kota Andi Harun untuk dapat mengatasi masalah banjir di sekitar wilayah dibangunnya RSUD Korpri Kaltim. Termasuk akses menuju ke rumah sakit maupun sebaliknya.

“Ide seperti itu yang tidak mau dilihat oleh pemerintah provinsi. Yang jelas kita lihat pasti akan berdampak pada kegigihan Wali Kota untuk menangani masalah banjir ini,” imbuhnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!