MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie mengapresiasi pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan longsor di Pelita 4, Kecamatan Sambutan oleh Dinas PUPR Provinsi Kaltim.

“Dengan pelaksanaan ini diharapkan segera terselesaikan. Maka dampak yang ditimbulkan dari longsornya akses jalan itu juga akan berkurang. Ini akan dapat mengurai arus lalulintas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dikatakannya, sejak akses jalan Pelita 4, Sambutan longsor dan nyaris putus, berdampak pada terganggunya arus lalulintas.

“Kondisi itu kan terjadi hampir setahun, otomatis berdampak pada arus lalulintas. Kendaraan yang menuju Sungai Kapih dan Jalan Sejati lebih tinggi, karena akses jalan ini untuk menuju ke wilayah Makroman, Pulau Atas hingga Anggana, Kukar, ” ujarnya.

Sementara itu, rumah-rumah warga sekitar yang ikut terkena dampak dari longsoran, lanjut Novan, sudah ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

“Itu sudah dijalankan,” katanya.

Sementara, mengenai kewenangan perbaikan jalan, kata dia, ada di Pemerintah Provinsi. Sehingga ketika banyak warga yang mengeluhkan dengan lambannya penanganan jalan longsor Pelita 4, Sambutan tersebut, DPRD Samarinda, lanjut Novan, telah mengkomunikasikan hal tersebut ke provinsi. Namun tentunya keputusan tetap ada pada provinsi untuk menindaklanjuti.

“Jalan itu adalah jalan provinsi. Kita tidak bisa mengintervensi terlalu dalam terhadap provinsi. Tapi tetap kita sampaikan, ” terangnya.

Melihat dari kondisi longsoran jalan, menurut Novan, kerusakannya sangat berat, sehingga harus menggunakan penanganan yang lebih besar.

“Memang kondisinya harus rehab berat, sehingga untuk sampai tuntas harus menggunakan anggaran yang cukup besar. Sedang anggaran yang besar itu harus ikut sistem perencanaan pengisian SKPD dan sebagainya. Kemudian pelaksanaannya harus mengikuti anggaran tahun berikutnya, karena tidak bisa muncul tiba-tiba, ” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!