MEDIABORNEO.NET, KUKAR – Pemerintah Kecamatan Sebulu hingga kini terus berupaya dalam menekan jumlah angka stunting di wilayahnya.

Camat Sebulu Edi Fachruddin menyebut, menurut data yang di peroleh dari Puskesmas setempat bahwa masih terdapat sejumlah anak yang diduga alami kurang gizi.

Camat Sebulu yang biasa disapa Dudud itu menilai sejumlah factor yang menyebabkan stunting, salah satunya terkait dengan pola makan yang salah, sehingga gizinya tak terpenuhi. Tak hanya itu, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap perkembangan anak.

“Kami pastikan di Kecamatan Sebulu sektor lingkungannya cukup baik, karena tak ada lagi masyarakat yang menggunakan jamban sungai,” ungkapnya.

Dirinya berharap, stunting di Kukar khususnya di Sebulu pada 2024 bisa 0 persen. Maka dari itu untuk mencapai target tersebut diperlukan kerja kolaborasi.

“Kami terus lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan desa, untuk fokus terhadap penanganan stunting,” kata Camat Edi Fachruddin, Jumat (10/11/2023).

“Semoga semua kerja kolaborasi bisa menghasilkan yang terbaik, untuk Kukar,” tutupnya. (Aan/M. Jay/Adv/Diskominfo Kukar)

Don`t copy text!