MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Kaltim bersama PT Pamapersada Nusantara menggelar pelatihan pembuatan biochar dan pemanfaatan arang energi untuk penyandang disabilitas, di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Sabtu (18/11/2023).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 orang penyandang disabilitas, serta menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Ir Wahjuni Hartati, Dr. Ir Syahrinudin dan Prof. Dr Rudianto Amirta.

Ketua DPD PPDI Kaltim, Anni Juwairiyah mengatakan, kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan stakeholder mengenai dampak yang ditimbulkan dari terjadinya perubahan iklim kepada penyandang disabilitas.

“Kita ingin menyadarkan kepada teman-teman untuk bagaimana cara kita menghadapi perubahan iklim, ” ucapnya, ditemui di sela kegiatan pelatihan.

Anni Juwairiyah menyebut, ada cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim. Yakni, pertama melakukan mitigasi dan adaptasi.

Menurutnya, dengan mitigasi yang benar, setiap orang dapat menghadapi perubahan iklim tersebut agar tidak terlalu terdampak.

“Mitigasi ini bisa dengan belajar membuat biochar. Caranya dengan mengkonversi limbah domestik migasi perubahan iklim menjadi biochar. Nah yang disebut limbah domestik itu seperti daun-daunan, ranting yang bisa kita buat menjadi arang, ” terangnya.

Lebih detail, Anni menerangkan, perbuatan biochar tersebut setelah arang didapat, selanjutnya dihaluskan dan ditambah pupuk organik cair.

“Hari ini ada pelatihannya bagaimana kita membuat biochar itu. Jadi bahan yang ada dicampur untuk memperbaiki tanah yang rusak, ” bebernya.

Dirinya berharap, melalui pelatihan tersebut, nantinya akan bermanfaat bagi penyandang disabilitas. Serta adanya dukungan dari banyak pihak untuk terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada penyandang disabilitas, guna peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) penyandang disabilitas itu sendiri.

“Harapan kami kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan mendapat dukungan dari banyak pihak, ” imbuhnya.

Sementara itu, Suryadi selaku CSR Section Head PT Pamapersada Nusantara mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PPDI Provinsi Kaltim. Sehingga perusahaan menyalurkan CSR untuk mendukung program yang dijalankan tersebut.

“Tujuan pertama tentunya kami ingin menyalurkan program CSR. Selain itu, untuk memperdayakan teman-teman disabilitas, sehingga mereka memiliki kemampuan, ” katanya.

PT Pamapersada Nusantara sendiri, lanjut dia, sudah ketiga kalinya bekerjasama dengan PPDI Kaltim. Untuk kegiatan pelatihan ini, pihaknya telah menyiapkan bantuan sebanyak 50 unit kompor biochar yang akan diberikan kepada peserta pelatihan.

“Kompor ini bisa dipakai dengan menggunakan power bank dan memiliki daya rendah. Ini sebagai alternatif untuk masyarakat untuk memasak, ” katanya.

Dirinya memastikan, bantuan CSR akan terus diberikan kepada PPDI Kaltim untuk melaksanakan berbagai program peningkatan kemampuan penyandang disabilitas.

“Tahun depan kita agendakan lagi. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk bisa lebih mandiri,” tandasnya.

Dosen Fakultas Kehutanan Unmul, Wahjuni Hartati mengatakan, penggunaan biochar untuk pembenahan lahan pertanian sangat memiliki manfaat yang besar.

“Ini akan dipakai untuk memperbaiki tanah. Dengan pembuatan, pembenahan menggunakan teknologi yang tepat, ” tandasnya.

Penulis : Oen/Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!