Puji Astuti Sebut Program Kampung KB Belum Berjalan Maksimal

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengakui Program Kampung KB yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum berjalan maksimal.

Untuk diketahui, Samarinda memiliki sebanyak 59 Kampung KB yang tersebar di 10 kecamatan. Dimana, program tersebut dibuat oleh Pemkot Samarinda pada tahun 2019 silam. Yang mana, program ini merupakan tindaklanjut arahan Presiden Republik Indonesia, agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama yang berada di wilayah padat penduduk.

“Bahwa program ini belum terlaksana dengan baik, karena banyaknya kendala. Seperti sarana, prasarana dan juga SDA (sumber daya manusia),” sebut Puji.

Untuk itu, kata Puji, pihaknya juga telah memanggil Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda dalam rangka kolaborasi dan sinergi untuk benar-benar dapat merealisasikan program Kampung KB berjalan. Selain itu, Puji menyebut, pihaknya juga telah menjalin kerjasama lintas OPD dan instansi terkait untuk pelaksanaan, penyuksesan program Kampung KB.

“Saat ini ada 17 OPD saja yang terlibat. Tentu masih banyak PR yang harus dituntaskan, makanya kita butuh kolaborasi agar optimal dan masyarakat melek bagaimana usia reproduksi, mandiri. Itu yang harus dipikirkan, sehingga jangan hanya persoalan KB yang digencarkan,” katanya.

Kepada Pemkot Samarinda, Puji menaruh harapan besar untuk dapat memaksimalkan program Kampung KB. Dengan demikian, kata dia, berbagai persoalan mulai dari stunting, pencegahan peredaran narkoba, kenakalan remaja, pencegahan pernikahan dini hingga penguatan ekonomi keluarga dapat berjalan, dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kota Samarinda.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut aktif menyampaikan, melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi, guna mendapatkan solusi yang tepat.

“Ini yang akan kita gali dan kita cari solusinya untuk sebuah keluarga yang sejahtera. Namun, itu tidak hanya peran pemerintah saja, tapi peran masyarakat juga diperlukan,” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Share