MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Samarinda menggelar aksi damai, di depan kantor DPRD Kaltim sejak pukul 13.45 Wita, Senin (11/4/2022).

Silih berganti mahasiswa melakukan orasi dan menyuarakan 3 tuntutan, yakni :
1. Menolak dan membatalkan kenaikan BBM.
2. Menolak dan membatalkan kenaikan PPN.
3. Menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan Pemilu 2024.

Berselang 3 jam kemudian, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK yang didampingi 2 orang Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo dan Seno Aji serta beberapa anggota dewan dengan pengawalan ketat kepolisian menemui mahasiswa di luar gedung DPRD Kaltim. Mereka duduk bersama di tanah, sebagai simbol kebersamaan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK menegaskan bahwa pihaknya menyampaikan dukungannya atas aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Kami atas nama wakil rakyat DPRD Provinsi Kaltim menerima dengan baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan dan aspirasi mahasiswa hari ini,” tegasnya.

Dikatakannya, sebagai bangsa Indonesia yang taat dan patuh pada Undang-Undang, harus kembali pada konstitusi negara Indonesia.

“Kita harus kembali kepada penyelenggaraan demokrasi dan mahasiswa yang mengukir itu,” katanya.

Politisi dari partai Golkar ini mengaku sependapat dengan mahasiswa. Dikatakannya, dirinya juga merupakan mantan pemimpin yang sebelumnya sempat diminta untuk 3 kali duduk di kursi jabatan tertinggi pemerintah. Namun hal itu ditolaknya.

“Saya juga mantan pemimpin, saya juga sempat diminta untuk 3 kali. Tapi, memang harus 2 kali. Prestasi boleh kita berikan saat menjabat, jadi mahasiswa, jadi rakyat biasa, jadi tokoh masyarakat itu bisa kita sumbang. Tapi demokrasi sudah baik yang diukir mahasiswa dan selayaknya kita pertahankan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa meminta Makmur HAPK sebagai pihak yang mewakili DPRD Kaltim untuk menandatangani MoU terkait tuntutan mahasiswa.

“Kami membawa MoU dan meminta DPRD Kaltim untuk menyatakan sikap terkait tuntutan kita,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Dengan disaksikan ribuan mata, MoU antara DPRD Kaltim dengan mahasiswa akhirnya dilakukan. Sebelum meninggalkan tempat, Makmur HAPK kembali menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung tuntutan mahasiswa secara penuh. Dia juga berjanji akan secepatnya mengirimkan MoU ke DPR RI.

“Jadi kita dukung secara penuh dan tuntutan itu sudah kita tandatangani bersama dan nanti kita akan bawa ke DPR RI. Secepatnya akan diatur di Sekretariat dewan, kalau sudah selesai akan kita antar,” tegasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!