MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap semangat untuk memindahkan sementara pedagang Pasar Pagi. Hal itu dilakukan merevitalisasi bangunan pasar yang sudah berdiri lebih dari belasan tahun ini.

Kendati demikian, upaya pemindahan para pedagang ini langsung menjadi perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Samarinda. Bahkan, wacana tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar mengaku setuju dengan rencana revitalisasi bangunan Pasar Pagi oleh Pemkot Samarinda tersebut.

Menurut dia, bangunan pasar sudah tua, sehingga harus dilakukan pembenahan-pembenahan agar lebih nyaman, rapi, bersih dan aman.

Namun begitu, terkait dengan lokasi pemindahan para pedagang Pasar Pagi juga dia pertanyakan. Mengingat, sampai saat ini belum ada jawaban pasti dari pemerintah dimana lokasi yang nantinya akan digunakan sebagai tempa berjualan sementara waktu.

Sedangkan, pihak Dinas Perdagangan Kota Samarinda maupun UPTD Pasar Pagi belum pernah memberikan sosialisasi kepada para pedagang, baik lisan maupun tertulis.

“Kalau direlokasi pemerintah mampu tidak mengakomodir 2.800 pedagang? Pedagang sebenarnya tidak keberatan jika ada pembenahan,” ujarnya, Rabu (11/10/2023).

Dia meminta kepada Pemkot Samarinda bersama instansi terkait agar dapat menyelesaikan permasalahan secara komprehensif, khususnya pada dampak dari permasalahan sosial yang ada.

“Dipikirkan secara komprehensif bagaimana jangkauannya, masalah sosial dan dampaknya. Kami harap buka lah sesi dialog yang baik antara pedagang dan pemerintah,” tandasnya. (Koko/M. Jay/Adv/DPRD Samarinda)

Don`t copy text!