MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Menyambut momen Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim ke-65, Gubernur Kaltim Isran Noor mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian di Bumi Etam serta tidak bersikap ambisius dalam berpolitik.

“Yang paling saya merasa bangga dan bahagia, kita selalu harmonis dan damai, tidak ada konflik SARA. Itu yang kita banggakan sejak dulu, karena masyarakat kita menerima kedatangan kawan setanah air, tidak ada peperangan. Kondisi ini harus kita jaga, jangan mentang-mentang Gubernur merasa pintar sendiri. Kalau ada kekuasaan Gubernur, ada keinginan politik, keserakahan, ambisius politik, itu tidak usah. Jaga keharmonisan, kedamaian, silaturahmi di Kaltim. Jangan sekali lagi kekuasaan, kewenangan, ambisius dan keserakahan politik ingin suka-sukanya. Tidak kepentingan saya pribadi, karena kepentingan saya adalah masyarakat, bangsa dan negara di seluruh Kaltim,” ucapnya saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna ke-2 tahun 2022 DPRD Kaltim, yang dilaksanakan di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (7/1/2022).

Orang nomor satu di Kaltim ini juga menyampaikan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di tahun 2021 yang menurut dia terus meningkat, walaupun Kaltim masih berada pada masa pandemi COVID-19.

Dipaparkannya, keberhasilan Kaltim terukur dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata angka nasional 4 persen, yakni 4,51 persen menjadi Rp 122,24 triliun pada kuartal III dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedang menurut PDRB, atas dasar harga berlaku, perekonomian di Kaltim mencapai Rp 179.09 triliun.

Indeks pembangunan masyarakat Kaltim 76,88 persen atau meningkat 0,64 poin dibanding capaian tahun 2020, yang hanya berkisar 76,24 persen. IPM Kaltim berada di peringkat ke tiga nasional di bawah DIY dan DKI Jakarta. Sementara, dari pendidikan, Pemprov Kaltim telah menganggarkan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) sebesar Rp 160 miliar yang telah disalurkan pada para penerima.

Lanjut Gubernur, anak-anak usia 7 tahun di Kaltim memiliki harapan untuk dapat menikmati pendidikan selama 13,81 tahun dan rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga meningkat 0,07 tahun.

Hal lain yang juga membanggakan, kata Gubernur Isran Noor, Pemprov Kaltim berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-8, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari BPK RI atas laporan keuangan Pemprov Kaltim tahun anggaran 2020.

Tak kalah pentingnya lagi kata dia, pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim mencapai Rp 4,7 triliun, yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor.

“Bagi kita, penghargaan bukan yang utama. Tapi keberhasilan pembangunan Kaltim dapat dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu Pemprov akan terus melaksanakan pembangunan sesuai visi misi Kaltim Berdaulat,” katanya.

Mantan Bupati Kutai Timur ini menegaskan pula, bahwa Kaltim Berdaulat bukan berarti berdiri sendiri. Melainkan bagaimana daerah memiliki sebuah kapasitas, aksebilitas dalam situasi dan kondisi yang satu level untuk mendapatkan keadilan dalam pemerataan.

“Di sini bisa ada yang menginterpretasikan macam-macam, banyak yang menterjemahkan Berdaulat itu merdeka. Itu salah besar. Kita sudah merdeka tapi kita ingin berdaulat dalam peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam dan mewujudkan birokrasi pemerintahan yang baik,” tegasnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!