MEDIABORNEO.NET, KUBAR – 6 orang anak buah kapal (ABK) dikabarkan selamat, 1 ABK meninggal dunia dan 1 ABK dinyatakan hilang setelah kapal tug boat Bahar 79 yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di areal JT PT Kruing Kampung Rejo, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), pada Minggu malam kemarin (20/11/2022).

Peristiwa tersebut baru dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada Selasa sore (22/11/2022), setelah upaya pencarian terhadap korban hilang lainnya belum membuahkan hasil.

Dari peristiwa tersebut, 6 orang ABK yang berhasil selamat masing-masing adalah Joshua, Ever, Syam Balansoa, Samuel, Relandi dan Pandu. Sedang seorang ABK yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia bernama Noldi. Sementara dalam pencarian adalah Fredy yang merupakan Nahkoda kapal.

Informasi yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, bermula dari sekitar pukul 21.40 Wita pada Minggu kemarin, kapal tug boat yang melintas di Sungai Mahakam di sekitar area JT PT Kruing Kampung Karang Rejo mengalami kemiringan pada bagian sebelah kanan belakang. Saat itu, 3 orang ABK, masing-masing Samuel, Ever dan Renaldi langsung mengambil pompa celup untuk menguras air yang masuk ke dalam kapal.

Setelah 15 menit kemudian, kondisi kapal justru semakin miring. Menyadari ada yang tidak beres dengan kapal, Samuel memberitahu rekannya yang bernama Joshua untuk menyalakan mesin dan selanjutnya membangunkan kapten untuk mengkandaskan kapal ke tepi sungai. Pasalnya, saat itu bagian belakang kapal sudah mengalami kemiringan, akibat banyaknya air yang masuk ke dalam kapal.

ABK kapal yang ada di atasnya sendiri tidak mengetahui dari mana asal masuknya air sungai.

Belum lagi sempat mengarahkan kapal ke tepi sungai, tiba-tiba bagian belakang buritan kapal tenggelam.

Kejadian itu kontan membuat para ABK kapal panik. Joshua sendiri sempat berteriak meminta seluruh awak kapal untuk loncat, karena kapal akan terbalik dan langsung dilakukan oleh ABK lainnya untuk menyelamatkan diri.

Malang, Fredy yang saat itu masih mengemudikan kapal dan seorang ABK lainnya bernama Noldy, yang saat sebelum kejadian tengah beristirahat di kabin kapal lantaran sakit, belum sempat menyelamatkan diri. Keduanya terjebak di dalam kapal sampai kapal tersebut tenggelam.

Beberapa jam setelah kejadian, unsur yang terlibat dalam pencarian melakukan penarikan bangkai kapal dan berhasil menemukan jasad Noldy yang terperangkap di bagian lambung kapal. Sementara Fredy belum ditemukan.

“Setelah laporan kami terima, tim kami dari Unit Siaga SAR Samarinda bersiap dan saat ini telah bergerak menuju ke lokasi kejadian, untuk bersama unsur SAR lainnya melaksanakan operasi pencarian terhadap korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan Melkianus Kotta.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!