MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sejak 2021 hingga 2022, Indeks Literasi Digital (ILD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih mampu bertahan di peringkat tiga besar nasional, yakni 3,62 poin, lebih tinggi jika dibanding Indeks Literasi Digital Nasional di angka 3, 46 poin.

Penilaian tersebut berdasarkan hasil survei Status Literasi Digital Indonesia tahun 2022 yang dilakukan oleh Kemenkominfo, bekerjasama dengan Katadata Insight Center dan disampaikan dalam acara Peluncuran Status Literasi Digital Indonesia Tahun 2022, di Menara Danareksa Office Tower, Jakarta pada awal Febuari 2023.

Sementara itu, hasil survei Status Literasi Digital Indonesia tahun 2022 mencatat, di tahun 2021 poin yang didapat Kaltim 3,62 dan di tahun 2022 juga mendapatkan poin 3,62 di bawah Indeks Literasi Digital Riau 3,68 poin dan DI Yogyakarta 3,71 poin.

Untuk mendongkrak literasi digital masyarakat Kaltim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim pun bekerja ekstra untuk melakukan sosialisasi hingga ke daerah pelosok dan pedalaman se-kabupaten/kota Kaltim.

“Kita perlu kerja keras lagi, sarana dan prasarana perlu kita tingkatkan lagi. Ke depan kita akan meningkatkan layanan digital, seperti e-book, iKaltim dan Pustaka Borneo. Kita berharap ini bisa memberikan kemudahan pengguna jasa perpustakaan melalui layanan digital dan diharapkan dapat membantu peningkatan literasi digital di Kaltim,” ucap Kepala DPK Kaltim HM Syafranuddin.

Mantan Juru Bicara Gubernur Kaltim ini, DPK Kaltim telah mempersiapkan fasilitas dan layanan berbasis teknologi yang akan diperkenalkan kepada masyarakat secara bertahap. Salah satunya, peralihan kartu anggota perpustakaan, yang semula dicetak secara fisik, namun ke depannya akan berbasis scan kode QR atau barcode.

“Ini sebagai upaya DPK Kaltim untuk memperkenalkan sistem digital kepada masyarakat, agar mudah dalam mengakses koleksi buku,” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Share
Don`t copy text!