MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim Taufik mengatakan, skor minat baca Kalimantan Timur mencapai 62,21 yang berdasarkan intervalnya masuk dalam kategori tinggi.

Dikatakannya, ada beberapa indikator untuk menilai minat baca masyarakat di suatu daerah.

“Diantaranya, jumlah buku yang dibaca dalam waktu 3 bulan, lalu waktu yang digunakan untuk membaca dan penggunaan internet,” sebutnya.

Terkait dengan penggunaan internet, terang Taufik, juga dapat mempengaruhi penilaian, karena user internet menjadi indikator dalam mengukur minat baca masyarakat.

Dikatakannya, perubahan prilaku generasi muda saat ini yang lebih cenderung memanfaatkan fasilitas internet untuk bersosial media bukanlah menjadi kekhawatiran perpustakaan. Justru menurutnya, hal itu dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian generasi muda dengan membuat konten yang berkaitan dengan literasi.

“Misalnya banyak anak generasi muda yang gunakan instagram, sedang FB dipakai orang dewasa, anak-anak menggunakan tiktok. Nah kita tidak khawatir sebenarnya dengan prilaku mereka menggunakan media begitu, justru itu menjadi peluang untuk memajukan minat baca masyarakat Kaltim,” katanya.

DPK Kaltim tambahnya, telah menyusun program untuk lomba-lomba literasi melalui media sosial.

“Kami akan gunakan peluang itu sebagai lomba literasi dengan konten budaya baca, tapi konten itu disajikan melalui media sosial,” pungkasnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Share
Don`t copy text!