MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipursip) Kota Samarinda memiliki cara khusus untuk “peremajaan” terhadap koleksi buku-buku tua, tanpa melakukan alih media ke dalam bentuk digital.

“Kami tidak mendigitalisasiakan koleksi buku-buku konvensional, karena sudah diatur oleh Undang-Undang, bahwa kita tidak boleh tanpa seizin,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda Erham Yusuf.

Menurut dia, Dipursip Kota Samarinda memiliki teknik sendiri untuk merawat buku-buku tuanya.

“Untuk buku-buku konvesional, setiap beberapa tahun sekali akan kami lakukan pembersihan dengan kimia khusus. Dengan itu secara alami membuat jamur atau hama yang berpotensi merusak buku itu bisa kita antisipasi,” terangnya.

“Ada juga buku yang kita siangi (perbaiki, red), yang kondisinya masih bisa kita perbaiki, maka akan kita perbaiki. Sedangkan yang tidak bisa, ya sudah, untuk sementara waktu ya sperti itu,” sambung Erham Yusuf.

Kendati melakukan perawatan rutin terhadap seluruh koleksi buku-bukunya, Dipursip Kota Samarinda juga akan melakukan publikasi alih media.

“Kalau memang kita anggap perlu, maka kita publikasi. Kami punya elemedia, semacam alat foto copy, kita jilid tidak seperti aslinya, hanya materinya yang kita amankan dan tidak untuk di jual atau di beli, hanya untuk koleksi internal,” bebernya.

Sementara lanjut Erham Yusuf, untuk buku-buku yang hanya mengalami sedikit kerusakan ringan, penanganan yang dilakukan pun dengan penanganan ringan.

“Kita masih memiliki koleksi buku-buku yang masih baru yang mungkin hanya staplesnya lepas, kita perbaiki. Jahitanya yang putus kita sambung lagi untuk penanganan sementara dan itu penanganan adalah penanganan yang paling ringan,” pungkasnya. (Adv46/Koko/Oen)

Don`t copy text!