MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – 12 tahun perjuangan Husni untuk membawa seorang pemuda “bebas” dari derita bibir sumbing, berbuah manis.

Husni yang merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara ini, sejak tahun 2010 silam, telah berupaya mencari tempat berobat bagi Asep (18), yang sejak kecil mengalami bibir sumbing. Dari satu desa ke desa lain, Husni terus mencari informasi tempat yang bisa melakukan operasi bibir sumbing. Namun karena keterbatasan jarak dan kondisi desa yang jauh dari lengkapnya peralatan kedokteran, akhirnya usaha Husni belum membuahkan hasil.

Usaha kerasnya akhirnya berbuah manis, setelah di desanya menerima kunjungan kerja dari Kepala Dinas Sosial Kaltim beberapa pekan lalu. Tak membuang waktu, Husni langsung menggunakan kesempatan tersebut menyampaikan harapannya untuk bisa membawa Asep operasi bibir sumbing.

“Tahun 2010 itu saya lihat Asep umur 18-10 tahun, saya lihat bibirnya tidak normal. Saat itu saya berusaha mendatangi banyak desa dan bertanya tempatnya operasi bibir sumbing. Baru ini ada kunjungan dari Kadis Sosial ke desa kami, saya konsultasi bagaimana agar Asep bisa operasi. Akhirnya saya diarahkan untuk menyiapkan berkas dan diikutkan program Baznas,” kisahnya saat menceritakan pengalamannya memperjuangkan Asep untuk menjadi normal kembali, Senin (28/3/2022).

Kebahagiaan Husni dan orang tua Asep tersirat, setelah mendapat kabar bahwa pemuda tersebut akan dioperasi.

“Alhamdulillah luar biasa, terima kasih pada Baznas dan PDGI, juga yayasan yang sudah membantu. Sebenarnya bukan masalah tidak mau operasi, melainkan kondisi ekonomi yang tidak ada biayanya,” kata Husni.

Dikatakannya, saat proses pendaftaran untuk operasi bibir sumbing terhadap Asep, Husni mengaku tidak lantas memberitahu kepada orang tua Asep. Dirinya hanya meminta berkas kelengkapan untuk pendaftaran.

“Saya tidak memberitahu apa-apa ke keluarganya, saya hanya minta foto copy KK, KTP. Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut dan bukan hanya untuk bibir sumbing saja,” imbuhnya.

Asep sendiri adalah seorang pemuda yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sempat minder dengan kondisinya terdahulu, kini setelah dioperasi, kepercayaan diri Asep mulai tumbuh.

Direktur Baznas Kaltim Muktamam Harir menyebut, untuk kegiatan operasi bibir sumbing tersebut, pihaknya telah bersurat kepada setiap puskesmas di seluruh Kaltim dan menyebarkan informasi melalui media sosial dan berita-berita.

Sejak awal, pihaknya telah mentarget sebanyak 30 peserta akan mengikuti operasi bibir sumbing tersebut. Tapi rupanya, animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan pendaftar mencapai 35 orang.

Untuk itu, pada Oktober 2022 mendatang, Baznas Kaltim berencana akan membuka kembali pendaftaran operasi bibir sumbing.

“Kita agendakan lagi sekitar bulan 10 untuk operasi celah langit-langit dan operasi perbaikan gusi maupun gigi dan lainnya,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan operasi bibir sumbing, dia menegaskan bahwa seluruh peserta tidak ditanggung biaya sepeserpun alias gratis.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!