MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Mengawali tugasnya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim, pasca dilantik oleh Gubernur Kaltim Isran Noor pada Selasa kemarin, ada yang kejadian menarik dialami HM Syafranuddin.

Sejak pagi, mantan Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim ini bergegas menuju kantor barunya di Perpustakaan Daerah Kaltim, Jalan Juanda, Samarinda.

Hari ini, penampilan Syafruddin masih tetap sederhana, seperti biasanya. Mengenakan kemeja biru dibalut celana hitam plus masker, kehadiran Syafranuddin langsung disambut ramah salah seorang petugas jaga.

“Saya mau mendaftar menjadi anggota perpustakaan, apa saja syaratnya,” tanya pria yang karib disapa Ivan ini kepada seorang pria yang berada di sebuah loket.

Rupanya, petugas jaga tersebut tidak mengenali Syafruddin, yang ternyata adalah atasan barunya. Pria yang belakangan diketahui bernama Azis, langsung mengarahkannya ke meja pendaftaran yang terdapat 2 unit komputer. Bahkan pria yang mengenakan kemeja putih itu, dengan ramah mengarahkan Syafranuddin cara mengisi dan setelah itu melapor ke bagian informasi untuk mendapatkan resi pemotretan kartu.

“Alhamdulillah, proses menjadi anggota tak lama, lebih kurang 15 menit selesai dan ini kartunya,” terang Syafranuddin ketika memperlihatkan nomor anggotanya.

Dengan kartu anggota perpustakaan, Syafruddin melakukan registrasi kartunya untuk ke lantai atas tempat sejumlah pengunjung menjajal buku-buku yang ada.

Di lantai 2 ini, layaknya pengunjung, iapun menyapa petugas yang jaga, sebelum mencari buku. Karena tampak melihat-melihat seperti orang bingung, petugas jaga pun langsung menghampiri pria yang pernah bertugas di sejumlah media massa.

“Bapak mau cari buku apa,” tanya petugas tadi.

“Oh, ya saya mau cari buku tentang jurnalistik,” balas Syafranuddin.

“Ada pak, di bagian belakang sebelah kanan,” jawab petugas.

Meski sudah diarahkan, ternyata Syafruddin tak mengambil buku apapun. Seraya melintas iapun menyeberang ke sisi kanan lantai dua, di sini ia menemukan banyak mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugasnya.

Saat nimbrung dengan para mahasiswa yang tampak jelas dengan gayanya masing-masing, dia sempat menyapa mereka. Kepada generasi emas Kaltim ini, iapun mengaku sedang mencari buku untuk bahan penelitian bahkan sempat bertanya tentang manfaat perpustakaan.

Setelah setengah jam berlalu, pria yang juga pernah menjabat sebagai Juru Bicara Gubernur Kaltim ini kembali ke lantai bawah untuk pulang. Namun ia sempat menyapa salah satu pegawai di  sayap kanan ini, bahkan ia sempat menanyakan siapa kepala dinas Perpustakaan.

“Belum tahu juga pak, informasinya sudah dilantik kemarin,” jawab petugas yang mengaku tinggal di kawasan Sambutan.

Setelah itu, Syafranuddin melanjutkan langkah kakinya ke lantai dasar untuk pulang. Namun, seorang pegawai wanita di bagian informasi sempat curiga jika dihadapannya kepala dinasnya.

“Mohon maaf Bapak, Pak Kadis ya,” tanya wanita tadi dengan serius menatap wajah pria kelahiran Tenggarong ini.

Mendapat pertanyaan yang mengejutkan, Syafruddin hanya menggelengkan kepala, tanda bukan dan berlalu menuju mobil. Namun ia lupa tas hitamnya, masih tertinggal di loker. Namun, tas itu segera diantar petugas loker.

“Waduh, mohon maaf pak saya lupa tadi, terima kasih banyak pak,” katanya seraya menyambut tasnya.

Dia mengakui pelayanan di perpustakaan sudah mudah dan cepat selain itu petugasnya ramah.

“Saya senang petugasnya ramah-ramah, ayo berkunjung ke perpustakaan, mari membaca dengan membaca turut membangun bangsa,” seru Ivan.

Editor : Oen

Share
Don`t copy text!