MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA –Perkembangan dan kemajuan dunia digitalisasi saat ini tak dapat dihindari. Dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang diberikan, membuat masyarakat mudah memanfaatkan digitalisasi untuk berbagai macam kebutuhan. Diantaranya mendapatkan sumber informasi dan bahan bacaan.

Untuk mengimbangi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Samarinda telah memiliki aplikasi iSamarinda, perpustakaan digital yang banyak berisi ribuan koleksi buku.

Namun rupaya, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda Erham Yusuf, pengunjung perpustakaan digital iSamarinda tidak sebanyak target yang diharapkan. Justru, lanjut dia, jumlah pengunjung yang datang langsung ke gedung Dispusip Samarinda lebih banyak.

“Mereka lebih suka dan praktis datang langsung. Mungkin sambil menikmati suasana yang ada di perpustakaan, ruangan yang dingin dan sebagianya. Banyak alasan masyarakat yang memilih datang langsung. Karena tadi, minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan online masih kurang begitu maksimal. Padahal sebagian kita sudah menggunakan sistem digital, termasuk kita juga melakukan pendaftaran anggota, peminjaman buku online,” ujarnya belum lama ini saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Taman Cerdas Samarinda.

Masih kata Erham Yusuf, padahal pihaknya juga memudahkan masyarakat untuk melakukan peminjaman buku dan pembuatan kartu anggota secara online. Bahkan untuk peminjaman buku maupun pengembalian buku tidak harus pemustaka datang langsung ke perpustakaan, namun bisa menggunakan jasa kurir maupun aplikasi ojek online. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kemudahan layanan bagi pemustaka. Tetapi, diakuinya, masih banyak masyarakat yang kurang meminati layanan tersebut.

“Dengan peminjaman secara online bisa kita antar melalui jasa ojek online dan biayanya dikenakan oleh peminjam. Tapi kembali lagi, lebih banyak masyarakat yang lebih suka datang langsung ke perpustakaan,” pungkasnya. (Adv DPK Kaltim/Koko/M Jay)

Don`t copy text!