MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – SMP Negeri 4 Samarinda memiliki perpustakaan sekolah dengan jumlah koleksi buku lebih dari 2.000 judul.

“Perpustakaan kami memiliki koleksi buku kurang lebih 2.000 judul, tapi kalau jumlahnya dihitung dengan satuan eksemplar jumlahnya lebih banyak lagi. Untuk koleksi bukunya, selain buku paket, ada juga buku cerita fiksi, ada yang non fiksi, juga buku-buku penunjang guru, seperti kamus dan sebagainya,” terang staf Perpustakaan SMP Negeri 4 Samarinda Wasis Sirutama, saat ditemui media ini.

Menurut pria yang juga adalah guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Samarinda ini, pengadaan buku edisi terbaru di perpustakaan sekolah tidak bisa ditentukan, lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada.

Walaupun begitu, banyak juga sumbangan buku-buku yang diterima pihak sekolah dari beberapa OPD dan sumbangan dari siswa.

“Pengadaan bukunya sendiri ada bantuan dari dinas-dinas, ada juga bantuan dari siswa yg akan menjadi alumni. Kalau dari kantor, pengadaan tidak tentu. Misalnya tahun kemaren pada saat pandemic malah ada dari kantor-kantor yang memberikan sumbangan buku dalam jumlah yang lumayan banyak,” katanya.

Mengenai buku-buku lama dan tidak lagi digunakan ataupun kondisinya rusak, lanjut Wasis, biasanya pihak sekolah akan menyimpan buku-buku tersebut ke gudang. Tetapi ada juga buku-buku yang dimusnahkan.

“Untuk buku lama kami simpan di gudang. Tapi kalau sudah buku lama sekali, maka dibuatkan berita acara pemusnahan. Biasanya buku-buku paket,” terangnya.

Menurut Wasis, jumlah anggota perpustakaan SMP Negeri 4 Samarinda adalah seluruh siswa, karena begitu mereka masuk di sekolah tersebut, maka secara otomatis juga menjadi anggota perpustakaan.

“Mereka hanya dikenakan kartu pinjam Rp 15 ribu per anak dan itu dibayar sekali, tidak ada biaya bulanan. Di sini juga ada aturan batas peminjaman, kalau lebih dari 3 hari, maka akan dikenakan sanksi denda uang Rp 1.000 per hari atau membuat karya tulis,” terangnya.

Dirinya bersyukur, selama mengurus perpustakaan SMP Negeri 4 Samarinda belum pernah terjadi adanya buku yang hilang ataupun buku yang tidak dikembalikan.

“Untuk buku selalu kembali, tidak pernah kami temukan buku yang tidak kembali, cuma terlambat mengembalikan saja, anak-anak suka lupa biasanya,” sebutnya.

Untuk minat baca siswa di perpustakaan SMP Negeri 4 Samarinda, Wasis menilai literasi siswa sudah sangat baik. Bahkan perpustakaan selalu ramai dikunjungi terutama ketika siswa akan mengerjakan tugas kelompok dan sebagainya.

“Alhamdulillah biasanya ke perpustakaan ini mereka tidak hanya untuk membaca. Misalnya ada kerja kelompok, kerjakan tugas, ada juga yang keterampilan sama guru yang lain, termasuk pelajaran agama, mereka ke sini,” pungkasnya. (Adv54/Koko/M Jay)

Don`t copy text!