MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, dengan dimulainya pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) saat ini, harus diimbangi dengan peningkatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal, untuk menghadapi ketatnya persaingan.

Pun termasuk upaya yang dilakukan oleh DPK Kaltim, dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan arsip yang ada di instansi pemerintahan.

“Dengan adanya IKN, kami akan membantu pengelolaan arsip di seluruh desa. Termasuk melakukan pelatihan tenaga Pustakawan dan Arsiparis,” katanya.

Diakuinya, hingga saat ini jumlah tenaga Arsiparis di Kaltim masih sangat minim. Bahkan 80 persen OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum memiliki Arsiparis. Untuk itu, DPK Kaltim berencana akan menggandeng SMK untuk menjaring tenaga Arsiparis.

“Ke depan, kami akan kerjasama dengan SMK, guna menciptakan SDM yang cakap,” katanya.

Menurut mantan Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim ini, Arsiparis dan Pustakawan menjadi ujung tombak pengembangan literasi masyarakat. Tak hanya itu saja, keduanya memiliki peran vital untuk melindungi tatanan pemerintahan melalui arsip yang dapat menyelamatkan negara dari berbagai ancaman.

“Arsip itu melindungi pemerintah dari segala ancaman dan bahaya. Contohnya, ketika terjadi kebakaran atau bencana, jika arsip tersebut dikelola dengan baik dan benar, maka tidak ada kekhawatiran akan musnah,” ujarnya.

“Apalagi dalam lingkungan baru IKN, Arsiparis akan sangat dibutuhkan. Maka, kita siapkan dari sekarang,” sambungnya.

HM Syafranuddin optimis, tingkat literasi masyarakat Kaltim ke depan akan semakin meningkat.

“Di sini peran membaca dan belajar memahami literasi sangat diperlukan,” pungkasnya. (Adv DPK Kaltim/Oen/M Jay)

Don`t copy text!