Lima Domain Dasar untuk Dongkrak IPP Kaltim

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA -Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Bahri mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dispora Kaltim terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) melalui lima domain.

Lima domain dasar tersebut, yakni pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta domain gender dan diskriminasi.

Untuk itu, kata Bahri, diperlukannya kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk organisasi perangkat daerah lain karena kewenangannya ada di lintas sektor.

Dikatakannya, lima domain tersebut bersinggungan dengan banyak sektor, sehingga Dispora Kaltim melibatkan banyak pihak untuk menggenjot IPP. Misalnya pada domain pendidikan yang memiliki tiga indikator yakni rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar (APK) jenjang SMP dan SMA, dan APK perguruan tinggi.

“Untuk domain kesehatan dan kesejahteraan memiliki empat indikator yakni angka kesakitan pemuda, persentase pemuda korban kejahatan, persentase pemuda merokok, dan persentase remaja perempuan sedang hamil, ” sebutnya, Rabu (29/11/2023).

Sementara itu, domain lapangan dan kesempatan kerja terdapat dua indikator, yakni persentase pemuda berusaha dengan jenis jabatan atau wirausaha kerah putih (profesional), dan indikator tingkat pengangguran terbuka.

Lanjut, pada domain partisipasi dan kepemimpinan memiliki tiga indikator, yakni persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, persentase pemuda yang aktif dalam organisasi, dan persentase pemuda yang memberikan pendapat dalam rapat.

Sedangkan pada domain gender dan diskriminasi terdapat tiga indikator, yakni angka perkawinan usia anak, persentase pemuda perempuan berusia 16 hingga 24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas, dan persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal.

“Mengingat semua domain dan berikut indikatornya yang melibatkan lintas sektor tersebut, tentu Dispora Kaltim tidak bisa bekerja sendiri dalam mendongkrak IPP, namun semua pihak harus terlibat aktif. Kolaborasi inilah yang terus kami lakukan,” pungkasnya. (Oen/M.jay/Adv/Dispora Kaltim)

Share