MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA
Program olahraga di masing-masing universitas perlu didukung penuh oleh masing-masing rektor maupun tenaga pengajar di perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma yang terus berfokus tingkatkan prestasi bidang olahraga di Benua Etam.

“Program-program olahraga perlu difokuskan pada pemusatan latihan khusus bagi atlet, sedangkan yang minimalisnya akademis,” ujar AHK, dalam pelepasan atlet mahasiswa ke ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVIII/2023, Senin (30/10/23).

Lebih lanjut ia mengakui, perbandingan pelajaran akademis dan olahraga, yang saat ini sebesar 70:30, akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

“Nanti saya tanyakan ketua KONI terkait masalah ini, karena kalau olahraga itu harus 70:30. 70 latihan, belajarnya 30,” tegas AHK.

Ditegaskan AHK, program tersebut dapat dilaksanakan dan nantinya diserahkan kepada KONI KALTIM untuk mengikuti berbagai event multi seperti PON.

Dengan begitu, program TC harus dijalankan dengan fokus pada latihan, sebagaimana prinsip yang diterapkan dalam pelatihan militer.

“Kalau sudah TC harus fokus latihan, doktrinnya tentara,” bebernya.

Meskipun memahami sistem akademis di universitas negeri, Agus menaruh harapan besar agar penerapan konsep 70:30 bagi atlet berprestasi di perguruan tinggi dapat diterapkan.

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kalimantan Timur,” tandasnya. (Lis/M.Jay/Adv/Diskominfo Kukar)

Don`t copy text!